Penanganan Nyeri Bahu Pekerja Industri Melalui Terapi Holistik di PT Sumber Mas Indah Plywood

VOKASI NEWS – Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja sektor industri. Kondisi ini umumnya dipicu oleh aktivitas repetitif, postur kerja statis, serta beban fisik yang tinggi. Fenomena tersebut juga dirasakan oleh sebagian pekerja di PT Sumber Mas Indah Plywood, Kabupaten Gresik.

Keluhan nyeri bahu setelah jam kerja menjadi permasalahan yang cukup umum ditemukan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas kerja. Selain itu, nyeri yang berkepanjangan juga berpotensi meningkatkan angka absensi dan menurunkan kualitas hidup pekerja.

Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat untuk mengurangi dampak gangguan tersebut.

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Airlangga

Merespons permasalahan tersebut, tim mahasiswa Program Studi Pengobat Tradisional Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di PT Sumber Mas Indah Plywood pada 16 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 pekerja yang terlibat secara aktif dalam workshop kesehatan.

Program tersebut dirancang untuk memberikan solusi preventif dan kuratif secara mandiri kepada pekerja. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai penanganan nyeri otot yang sering terjadi di lingkungan kerja industri.

Workshop ini mengombinasikan tiga pendekatan holistik. Pertama, pelatihan akupresur mandiri pada titik-titik tertentu untuk membantu melancarkan aliran darah. Kedua, pemanfaatan terapi herbal kunyit asam sebagai anti-inflamasi alami. Ketiga, edukasi nutrisi melalui leaflet panduan makan sehat untuk menjaga kesehatan otot dan sendi.

Edukasi Ergonomi dan Pencegahan Cedera Kerja

Selain intervensi kesehatan tradisional, peserta juga diberikan edukasi mengenai prinsip ergonomi kerja. Materi ini mencakup pentingnya postur kerja yang baik serta pengaturan aktivitas fisik di lingkungan kerja.

Peserta juga dilatih melakukan gerakan peregangan aktif yang dapat dilakukan di sela-sela jam kerja. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas berulang dalam waktu lama.

Penerapan ergonomi kerja yang baik dinilai penting dalam mencegah keluhan muskuloskeletal, termasuk nyeri bahu. Dengan demikian, pekerja dapat menjaga kondisi tubuh tetap optimal selama bekerja.

Evaluasi Program dan Hasil Kegiatan

Untuk mengukur keberhasilan program, dilakukan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada pekerja mengenai penanganan nyeri bahu secara mandiri. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Program ini diharapkan dapat membantu pekerja menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara konsisten. Dengan demikian, tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan minim gangguan kesehatan muskuloskeletal.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan kerja di sektor industri.

[BACA JUGA: Transformasi Digital Perkantoran dan Tantangan Generasi Muda di Dunia Kerja]

Penulis: Alya Kamilah

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)