VOKASI – Pengaruh parameter terhadap terbentuknya grafik Time Intensity Curve (TIC) dalam mengarakterisasi Meningioma Intracranial, sebuah penelitian mahasiswa.
Meningioma merupakan salah satu jenis tumor intracranial yang berasal dari jaringan meningen. Meningioma terdiri dari 90% tumor yang bersifat jinak dan tumbuh lambat, sehingga menjadikannya sebagai tumor kedua yang paling sering tumbuh pada otak. MRI merupakan modalitas radiologi yang sangat baik memvisualisaikan jaringan lunak. Selain itu, MRI juga mendukung diferensiasi untuk membedakan antara lesi intra-aksial dan ekstra-aksial. Dapat juga membedakan meningioma tersebut termasuk benign atau malignant.
BACA JUGA: Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa D-III Paramedik Veteriner di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates
Pada MRI Perfusion terdapat tiga teknik yang dapat digunakan untuk mengkarakterisasi meningioma intracranial. Salah satu tekniknya ialah Dynamic Contrast Enhanced (DCE). Teknik Dynamic Contrast Enhanced (DCE) dikenal sebagai MRI “permeabilitas” yang menggunakan pembobotan T1 Fast Spoiled Gradient Echo (FSPGR). Adapun teknik Dynamic Contrast Enhanced (DCE) dipengaruhi oleh parameter trade off. Teknik Dynamic Contrast Enhanced (DCE) menghasilkan Time Intensity Curve (TIC).
Time Intensity Curve (TIC)
Adapun Time Intensity Curve (TIC) merupakan gambaran data objektif dari perubahan sinyal dalam jaringan yang berkaitan dengan waktu sehingga terbentuk grafik waktu pada sumbu X dan intensitas sinyal pada sumbu Y. Time Intensity Curve (TIC) memiliki fungsi untuk mengkaraterisasi meningioma intracranial tersebut termasuk benign atau malignant berdasarkan grafik yang dihasilkan. Keberhasilan grafik Time Intensity Curve (TIC) dipengaruhi beberapa parameter di antaranya : Temporal Resolution, Slice Thickness, Jumlah Phase dan Peletakkan Region of Interest (ROI).
Parameter Keberhasilan Grafik Time Intensity Curve (TIC)
Temporal Resolution merujuk pada kemampuan suatu sistem untuk merekam perubahan suatu variabel seiring waktu. Dalam pembentukan grafik Time Intensity Curve (TIC), Temporal Resolution dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil grafik tersebut. Keberhasilan untuk memperoleh nilai Temporal Resolution dipengaruhi saat penyuntikan contrast agents dan coil yang digunakan saat pemeriksaan. Untuk mencapai fase awal atau fase emas Temporal Resolution saat 60 -90 detik perlu menggunakan bantuan alat injector saat penyuntikansehingga dapatmemperoleh nilai Temporal Resolution tinggi. Semakin tinggi Temporal Resolution, semakin akurat kita dapat merekam perubahan intensitas suatu fenomena pada interval waktu yang lebih kecil. Dengan Temporal Resolution yang tinggi, kurva intensitas dapat menunjukkan detail yang lebih halus. Ini dapat bermanfaat ketika kita ingin mengkarakterisasi meningioma intracranial.
Penggunaan coil juga mempengaruhi bentuk dari grafik Time Intensity Curve (TIC). Single channel coil umumnya memiliki resolusi dan sensitivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan multi-channel coil. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan sistem untuk mendeteksi perubahan kecil dalam intensitas sinyal, terutama di area yang jauh dari coil. Hal ini dapat menghasilkan variasi intensitas sinyal yang tidak merata yang kemudian dapat mempengaruhi pembentukan TIC.
Slice Thickness dan Phase
Slice Thickness merujuk pada tebalnya lapisan yang diambil dari suatu objek atau area tertentu dalam proses pengukuran atau pencitraan. Adapun slice thickness mempengaruhi resolusi spasial, yaitu seberapa baik kita dapat membedakan dan merekam detail di dalam suatu area. Slice thickness lebih tebal, kita mungkin kehilangan detail perubahan intensitas yang terjadi di dalam setiap irisan. Hal ini dapat menyebabkan kurva grafik Time Intensity Curve yang kurang akurat dan kehilangan informasi penting.
Phase merujuk pada bagian-bagian atau segmen-segmen tertentu dari pengukuran yang dapat diidentifikasi dan dianalisis secara terpisah. Jumlah phase dapat mempengaruhi seberapa baik dapat merekam dinamika perubahan grafik Time Intensity Curve seiring waktu. Dengan menggunakan lebih banyak phase, dapat mendapatkan pemahaman yang lebih rinci tentang perubahan grafik Time Intensity Curve (TIC). Menggunakan lebih banyak phase dapat meningkatkan kompleksitas analisis dan kebutuhan dari dokter radiolog.
Region of Interest (ROI) adalah pemberian bentuk bulat atau oval pada area tertentu untuk dianalisis dalam suatu gambar. Peletakkan ROI meningkatkan sensitivitas terhadap perubahan intensitas. Jika ROI ditempatkan di area yang tepat maka, grafik Time Intensity Curve yang dihasilkan akan merefleksikan lebih baik perubahan tersebut. Pemilihan ROI yang tepat akan memastikan bahwa TIC yang dihasilkan memberikan informasi yang relevan dan akurat.
Dengan demikian, dengan pengaruh parameter dapat menghasilkan grafik Time Intensity Curve (TIC) yang lebih detail. Sedikit kesalahan parameter yang dipilih maka grafik Time Intensity Curve (TIC) dapat gagal. Maka radiografer perlu memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang teknik Dynamic Contrast Enhanced (DCE). Parameter ini penting karena meningioma intracranial perlu grafik Time Intensity Curve yang berhasil sehingga dokter radiolog dapat menegakkan diagnosis. Penelitian Mahasiswa Vokasi UNAIR tersebut membuktikan adanya pengaruh parameter terhadap terbentuknya grafik TIC dalam mengarakterisasi meningioma intracranial.
***
Penulis : Bernicha Amalinda Aprilia
Pembimbing : Anggraini Dwi Sesusianti; Eunike Serfina Fajarini
Editor : Oky Sapto Mugi Saputro – Tim Branding Fakultas Vokasi UNAIR