VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan praktik klinik keperawatan jiwa di Ruang Kenari Rumah Sakit Menur Surabaya sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan. Selama praktik, mahasiswa tidak hanya mempelajari asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan jiwa, tetapi juga terlibat dalam berbagai program rehabilitasi yang mendukung proses pemulihan secara menyeluruh. Ruang Kenari merupakan salah satu ruang perawatan yang menangani pasien dengan berbagai masalah keperawatan jiwa. Kondisi tersebut meliputi risiko perilaku kekerasan, gangguan persepsi sensori berupa halusinasi, defisit perawatan diri, dan isolasi sosial.
Program Terapi Aktivitas Harian
Selama praktik klinik, mahasiswa mengikuti program terapi aktivitas mingguan yang dikemas menggunakan nama-nama buah. Program tersebut dirancang sebagai media stimulasi kognitif, emosional, sosial, dan spiritual agar pasien tetap aktif selama menjalani perawatan. Selain itu, setiap kegiatan memiliki tujuan yang disesuaikan dengan kebutuhan rehabilitasi pasien.
Pada hari Senin, kegiatan diawali melalui SEMANGKA (Senin Sampaikan Kisah). Sesi ini mengajak pasien berbagi cerita dan perasaan sehingga kemampuan komunikasi serta ekspresi emosi dapat berkembang secara positif. Selanjutnya, pada hari Selasa dilaksanakan SALAK (Selasa Kognitif). Kegiatan tersebut bertujuan melatih pasien mengenali kondisi emosional sekaligus memahami strategi sederhana untuk mengatasinya.
Hari Rabu diisi dengan RAMBUTAN (Rabu Paham Proses dan Pengolahan) yang berfokus pada latihan konsentrasi, pemahaman proses, serta kemampuan berpikir. Kemudian, pada hari Kamis, pasien mengikuti KESEMEK (Kamis Sama-Sama Mikir Kasus). Program ini menghadirkan diskusi kelompok mengenai permasalahan sederhana untuk melatih kemampuan pemecahan masalah dan meningkatkan interaksi sosial.
Sementara itu, aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi. Melalui JUWED (Jumat Wirid dan Zikir), pasien memperoleh kesempatan meningkatkan ketenangan batin sekaligus mengelola kecemasan. Selanjutnya, pada hari Sabtu dilaksanakan SAWO (Sabtu Waktunya Ho Aa… Ho Ee…) yang bertujuan melatih vokalisasi, pernapasan, dan relaksasi. Adapun pada hari Minggu, program MATOA (Minggu Atur Aja) memberikan kesempatan kepada pasien memilih aktivitas sesuai kemampuan dengan pendampingan tenaga kesehatan. Dengan demikian, kemandirian pasien dapat terus berkembang selama menjalani perawatan.
Pengalaman Praktik yang Bermakna
Keterlibatan mahasiswa dalam seluruh rangkaian kegiatan memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya pendekatan holistik dalam keperawatan jiwa. Mahasiswa memahami bahwa pemulihan pasien tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis. Sebaliknya, proses tersebut juga memerlukan dukungan psikososial serta lingkungan yang konsisten. Selain itu, program rehabilitasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Good Health and Well-being, melalui berbagai upaya untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup pasien.
Melalui praktik klinik di RS Menur Surabaya, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu keperawatan jiwa secara langsung. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mengenai pentingnya komunikasi terapeutik, kolaborasi antartenaga kesehatan, serta pendekatan humanis dalam mendukung proses pemulihan pasien dengan gangguan jiwa.
[BACA JUGA: 14 Hari untuk Merespons: Inilah Surat Pajak yang Tidak Boleh Kamu Abaikan]
Penulis: Janatin Nisa
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



