Pengaruh Pemberian Terapi Sensori Integrasi Terhadap Atensi Anak Autisme Spectrum Disorder: Systematic Review

Pengaruh Pemberian Terapi Sensori Integrasi Terhadap Atensi Anak Autisme Spectrum Disorder: Systematic Review_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Systematic review ini membahas pengaruh terapi sensori integrasi terhadap peningkatan atensi anak Autism Spectrum Disorder sebagai bagian dari layanan fisioterapi pediatri berbasis bukti.

Gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi neurodevelopmental yang muncul sejak usia dini dan memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta perilaku anak. Salah satu tantangan yang sering dialami anak dengan ASD adalah gangguan atensi, yang berdampak langsung pada proses belajar dan aktivitas sehari-hari.

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar satu dari 160 anak di dunia hidup dengan ASD. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan melaporkan peningkatan jumlah anak dengan ASD dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan intervensi yang tepat, berbasis bukti ilmiah, dan berkelanjutan.

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam layanan rehabilitasi anak adalah terapi sensori integrasi. Terapi ini membantu otak mengolah rangsangan sensorik secara terstruktur. Tujuannya meningkatkan fokus, mengatur perilaku, dan memperbaiki respons anak terhadap lingkungan. Artikel ini membahas hasil systematic review mengenai pengaruh terapi sensori integrasi terhadap peningkatan atensi pada anak dengan ASD.

Metode dan Temuan Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain systematic review dengan menelaah artikel dari PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect periode 2020–2025. Studi yang disertakan mencakup desain Randomized Controlled Trial (RCT), quasi-eksperimental, dan pre-eksperimental yang meneliti intervensi sensori integrasi pada anak ASD.

Hasil telaah terhadap lima artikel menunjukkan bahwa terapi sensori integrasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan atensi anak ASD. Berbagai bentuk intervensi sensori digunakan, seperti terapi bermain terstruktur, brain gym, terapi musik, permainan meronce, serta latihan ritmik menggunakan alat musik. Intervensi tersebut bekerja dengan menstimulasi sistem vestibular, proprioseptif, dan taktil yang berperan dalam pengaturan perhatian dan regulasi perilaku.

Temuan juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan cenderung meningkatkan keterlibatan anak selama sesi terapi. Keterlibatan ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi, terutama pada anak usia dini yang memiliki keterbatasan dalam komunikasi verbal.

Implikasi bagi Layanan Kesehatan Anak

Hasil kajian ini menegaskan bahwa terapi sensori integrasi dapat menjadi salah satu pilihan intervensi dalam layanan fisioterapi pediatri untuk anak dengan ASD. Meski demikian, peneliti menekankan perlunya penelitian lanjutan dengan desain metodologi yang lebih ketat dan evaluasi jangka panjang. Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah dan memastikan efektivitas terapi pada berbagai tingkat keparahan ASD.

[BACA JUGA: Media Edukasi Video Tingkatkan Pengetahuan Pasien Kanker Payudara tentang Prosedur Radioterapi]

Pendekatan kolaboratif antara tenaga kesehatan, orang tua, dan pendidik juga dinilai penting agar hasil terapi dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari anak.

***

Penulis: Tsabita Budi Ilmawati