VOKASI NEWS – Piutang usaha merupakan salah satu aset yang berperan penting dalam menjaga kelancaran arus kas perusahaan, khususnya pada industri perhotelan. Banyak hotel menjalin kerja sama dengan perusahaan, instansi pemerintah, maupun travel agent melalui sistem pembayaran kredit. Meskipun mampu meningkatkan pendapatan, sistem tersebut juga menimbulkan risiko keterlambatan pembayaran. Risiko ini dapat mengganggu stabilitas keuangan perusahaan apabila tidak dikelola dengan baik. Hasil kajian pada Hotel X menunjukkan bahwa pengendalian internal menjadi faktor penting untuk meminimalkan keterlambatan penagihan piutang.
Pentingnya Pengelolaan Piutang Usaha
Setiap transaksi kredit di Hotel X diawali dengan verifikasi dokumen, penerbitan invoice, hingga pencatatan piutang oleh bagian Accounts Receivable. Selanjutnya, seluruh tagihan dipantau menggunakan laporan Accounts Receivable Aging yang mengelompokkan piutang berdasarkan umur piutang. Melalui laporan tersebut, perusahaan dapat mengetahui pelanggan yang telah mendekati maupun melewati jatuh tempo sehingga proses penagihan dapat diprioritaskan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hotel X telah memiliki struktur organisasi yang jelas dan pembagian tugas yang sesuai. Hotel X juga memanfaatkan laporan Accounts Receivable Aging sebagai sumber informasi dalam pengelolaan piutang. Penerapan tersebut mendukung proses pengendalian internal agar kegiatan penagihan berjalan lebih terarah.
Kendala dalam Proses Penagihan
Meskipun sistem pengendalian telah diterapkan, masih ditemukan piutang yang melewati batas jatuh tempo. Data penelitian menunjukkan total piutang yang belum tertagih mencapai Rp141.083.000, terdiri atas piutang berumur lebih dari 60 hari dan lebih dari 90 hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses tindak lanjut penagihan belum berjalan secara optimal sehingga berpotensi menghambat penerimaan kas perusahaan.
Dalam praktiknya, proses penagihan dilakukan secara bertahap melalui komunikasi langsung, pengiriman reminder letter, hingga eskalasi kepada Financial Controller dan General Manager. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tindak lanjut terhadap piutang yang telah jatuh tempo masih perlu ditingkatkan. Peningkatan ini penting agar pembayaran dapat diterima lebih tepat waktu.
Upaya Meningkatkan Pengendalian Internal
Untuk meminimalkan keterlambatan pembayaran, Hotel X perlu memperkuat evaluasi risiko pelanggan sebelum pemberian fasilitas kredit. Hotel X juga perlu meningkatkan konsistensi tindak lanjut penagihan, serta mengoptimalkan pelaksanaan credit meeting sebagai sarana evaluasi piutang yang belum tertagih. Selain itu, pemanfaatan informasi dari laporan Accounts Receivable Aging perlu terus dioptimalkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas penagihan.
Pengelolaan piutang yang efektif tidak hanya mendukung kelancaran penerimaan kas, tetapi juga membantu menjaga stabilitas operasional perusahaan. Dengan pengendalian internal yang lebih optimal, risiko keterlambatan penagihan dapat diminimalkan sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat terjaga secara berkelanjutan.
[BACA JUGA: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Klasifikasikan Urgensi Pesan WhatsApp di Apotek Surabaya]
Penulis: Almadea Putri Salsabilah
Pembimbing: Prinintha Nanda S.
Editor: Nadya Tika (Tim Branding Vokasi)



