Penggunaan Obat Bijak Berawal dari Pengetahuan yang Tepat

VOKASI NEWS – Penggunaan obat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ketika mengalami keluhan kesehatan ringan, banyak masyarakat memilih melakukan pengobatan mandiri dengan membeli obat yang tersedia di apotek maupun toko obat. Namun, tidak semua masyarakat memahami perbedaan golongan obat, aturan penggunaannya, serta cara memperoleh obat yang sesuai dengan ketentuan. Kurangnya pemahaman tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat yang berdampak pada kesehatan.

Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mahasiswa melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat kepada warga RT 01/RW 06 Pakal Nagan Baru, Kecamatan Pakal, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Project-Based Learning (PjBL) yang bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Memahami Penggolongan Obat dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegiatan edukasi mengangkat tema “Penggolongan Obat Berdasarkan Jenis (Tingkat Keamanan, Ketepatan Penggunaan, dan Keamanan Distribusi)”. Tema tersebut dipilih karena masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan jenis obat yang beredar serta aturan penggunaannya.

Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai penggolongan obat. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah mengenal beberapa obat yang umum digunakan, tetapi belum memahami arti simbol pada kemasan obat maupun perbedaan aturan penggunaan setiap golongan obat.

Materi kemudian disampaikan menggunakan leaflet dan papan edukasi yang dirancang secara sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada golongan obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat wajib apotek.

Selain menjelaskan karakteristik masing-masing golongan obat, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai arti simbol yang terdapat pada kemasan obat. Simbol tersebut berfungsi sebagai panduan bagi masyarakat dalam memperoleh dan menggunakan obat sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk memperjelas materi, peserta diajak mengamati berbagai contoh kemasan obat yang telah disiapkan. Melalui metode ini, peserta dapat mengenali secara langsung perbedaan simbol dan kategori obat sehingga pemahaman terhadap materi menjadi lebih baik.

Antusiasme Warga dalam Mengikuti Edukasi

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Warga tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta menanyakan cara membedakan golongan obat, aturan pembelian obat tertentu, serta pentingnya memperhatikan simbol yang tertera pada kemasan.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai penggolongan obat masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Informasi yang sederhana dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih serta menggunakan obat secara mandiri.

Edukasi Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat

Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengerjakan post-test setelah seluruh materi selesai disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai penggolongan obat, arti simbol pada kemasan, dan pentingnya penggunaan obat sesuai aturan yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Diharapkan edukasi yang telah diberikan dapat membantu masyarakat menjadi lebih cermat dalam memilih, memperoleh, dan menggunakan obat secara aman, rasional, dan bertanggung jawab. Dengan meningkatnya pemahaman tersebut, penggunaan obat yang tepat di masyarakat diharapkan dapat mendukung terwujudnya derajat kesehatan yang lebih baik.

[BACA JUGA: Edukasi Penggolongan Obat sebagai Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien]

Penulis: Fhika Kumaladina Fahrin

Pembimbing: Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep.

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)