Penguatan Keterampilan Hospitality Mahasiswa Semester 5 UNAIR melalui Kuliah Integrasi di Banyuwangi

Penguatan Keterampilan Hospitality Mahasiswa Semester 5 UNAIR melalui Kuliah Integrasi di Banyuwangi_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Kuliah Integrasi Banyuwangi memperkuat kompetensi mahasiswa Manajemen Perhotelan Universitas Airlangga melalui pembelajaran lapangan di destinasi wisata, hotel, dan atraksi budaya.

Kuliah Integrasi Banyuwangi menjadi bagian dari strategi pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa semester 5 Program Studi Manajemen Perhotelan Universitas Airlangga. Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan beberapa mata kuliah inti, antara lain Sales & Marketing, Etika Profesi, Room Division Management, serta Teknik Supervisi. Program dilaksanakan selama tiga hari dengan rangkaian agenda terstruktur di sejumlah destinasi wisata dan akomodasi di Banyuwangi.

Pelaksanaan kuliah integrasi bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep hospitality melalui pengalaman langsung di lapangan. Setiap aktivitas disusun agar selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Pendekatan ini mendorong mahasiswa menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik profesional di industri pariwisata dan perhotelan.

Observasi Destinasi Alam dan Akomodasi

Hari pertama kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pantai Mustika, Green Island, dan kawasan Jawatan Benculuk. Ketiga lokasi tersebut digunakan sebagai objek observasi potensi wisata alam. Mahasiswa melakukan pengamatan terhadap daya tarik visual, ketersediaan fasilitas, serta peluang pengembangan produk wisata. Analisis dilakukan untuk mendukung pembelajaran pemasaran destinasi dan pengelolaan atraksi berbasis alam.

Agenda berlanjut dengan kunjungan ke Gajah Oling Café & Resto. Mahasiswa mempelajari standar pelayanan makanan dan minuman, konsep suasana restoran, serta interaksi antara staf dan pelanggan. Malam hari diisi dengan observasi room division di New Surya Hotel Banyuwangi. Fokus pengamatan meliputi pelayanan front office, sistem housekeeping, serta alur operasional hotel. Seluruh kegiatan hari pertama menghasilkan jurnal observasi dan dokumentasi visual sebagai bahan penugasan akademik.

Wisata Bahari dan Budaya Lokal

Hari kedua difokuskan pada wisata bahari di Bangsring Marine. Aktivitas snorkeling dimanfaatkan sebagai sarana memahami pengelolaan wisata laut berbasis konservasi. Mahasiswa mengamati aspek keamanan, pelayanan pengunjung, serta pengelolaan fasilitas pendukung. Data lapangan digunakan untuk analisis pengembangan atraksi wisata berkelanjutan.

Pada malam hari, mahasiswa mengikuti kegiatan Dinner with Show Gandrung. Pengalaman ini memberikan gambaran tentang integrasi budaya lokal dalam layanan hospitality. Observasi mencakup konsep pertunjukan, peran seniman, dan penyajian budaya sebagai bagian dari pengalaman wisata. Kegiatan dilanjutkan dengan menginap di Villa Kemarang untuk membandingkan karakter pelayanan antara hotel dan villa.

[BACA JUGA: Pengenalan Kearsipan: Wujudkan Generasi Muda Sadar Arsip di SMAN 1 Kauman, Tulungagung]

Pendakian Edukatif dan Retail Wisata

Hari ketiga diisi dengan pendakian edukatif ke Kawah Ijen. Mahasiswa mempelajari manajemen risiko, pola kunjungan wisatawan, serta strategi branding destinasi berskala internasional. Agenda penutup dilakukan melalui kunjungan ke pusat oleh-oleh Banyuwangi. Aktivitas ini menjadi sarana mempelajari retail hospitality, tata letak produk, dan perilaku konsumen wisata.

Rangkaian Kuliah Integrasi Banyuwangi mendukung penerapan pembelajaran berbasis pengalaman dan sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Program ini memperkuat citra Manajemen Perhotelan Universitas Airlangga sebagai program studi yang berkomitmen pada pengembangan kompetensi profesional mahasiswa melalui praktik lapangan yang relevan dengan kebutuhan industri.

***

Penulis: Agatha Aurelia Abigail

Editor: Fatikah Rachmadianty