VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR melaksanakan sosialisasi penggolongan obat sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 di Dusun Pucuk, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada peran ibu dalam keluarga yang sering terlibat dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat di rumah.
Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai jenis obat dan cara penggunaannya secara tepat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat yang dapat berdampak pada kesehatan.
Edukasi Penggolongan Obat Berdasarkan Sistem Organ
Materi yang disampaikan meliputi penggolongan obat berdasarkan sistem organ tubuh. Pendekatan ini digunakan agar peserta lebih mudah memahami fungsi obat sesuai dengan kondisi tubuh dan keluhan kesehatan yang dialami. Pada sistem pernapasan, obat digunakan untuk mengatasi gangguan seperti batuk, asma, dan alergi. Jenis obat ini bekerja dengan membantu melegakan saluran napas serta mengurangi reaksi alergi.
Dalam sistem kardiovaskular, obat berfungsi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penggunaannya penting untuk membantu mengontrol tekanan darah serta mencegah gangguan jantung tertentu. Sementara itu, obat pada sistem persarafan digunakan untuk mengatasi gangguan seperti kejang, kecemasan, dan gangguan suasana hati. Cara kerja obat ini berkaitan dengan sistem saraf pusat. Adapun pada sistem pencernaan, obat diberikan untuk membantu mengatasi keluhan seperti asam lambung, mual, dan muntah. Jenis obat ini dapat membantu menetralkan asam lambung serta meredakan gejala gangguan pencernaan.
Pada sistem perkemihan, obat digunakan untuk mengatasi gangguan pada ginjal dan saluran kemih. Beberapa obat dapat membantu melancarkan produksi urine maupun mengatasi infeksi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Untuk sistem muskuloskeletal, obat berperan dalam meredakan nyeri otot dan sendi. Selain itu, obat ini juga dapat membantu mengurangi peradangan. Pada sistem endokrin, penggunaan obat ditujukan untuk menangani gangguan hormon, seperti diabetes dan gangguan tiroid. Melalui penggunaan yang tepat, obat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.
Gangguan pada sistem integumen, seperti infeksi, iritasi, dan alergi kulit, juga dapat ditangani dengan obat tertentu. Pada sistem pendengaran, obat digunakan untuk membantu mengatasi infeksi dan peradangan pada telinga. Sementara itu, obat pada sistem penglihatan berfungsi menjaga kesehatan mata serta membantu mengatasi iritasi atau gangguan tertentu sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Pelaksanaan Kegiatan dan Respons Peserta
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai obat pada sistem imun. Kelompok obat ini berfungsi meningkatkan atau mengatur daya tahan tubuh. Perannya penting dalam membantu tubuh melawan penyakit maupun mengendalikan respons imun tertentu. Selain penggolongan berdasarkan sistem organ, peserta dikenalkan pada obat untuk penyakit endemik dan pandemik. Kelompok obat ini digunakan dalam upaya pengendalian penyakit menular. Contohnya meliputi antibiotik, antivirus, dan vaksin yang penggunaannya harus sesuai dengan arahan tenaga kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal peserta. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta media edukasi berupa papan obat dan lembar informasi. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman serta menyampaikan pertanyaan mengenai penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti post-test setelah edukasi selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta dari 89,5 menjadi 95 setelah mengikuti sosialisasi. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi mampu membantu peserta memahami materi dengan lebih baik. Peserta menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti diskusi dan tanya jawab. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat.
Mendorong Penggunaan Obat yang Tepat dan Rasional
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggolongan obat. Pemahaman tersebut penting agar masyarakat dapat menggunakan obat secara tepat, aman, dan rasional.
Peningkatan pemahaman mengenai obat menjadi langkah penting dalam mencegah kesalahan penggunaan obat yang dapat berdampak pada kesehatan. Dengan mengetahui fungsi obat berdasarkan sistem organ, masyarakat diharapkan tidak sembarangan menggunakan obat tanpa memperhatikan aturan pakai dan anjuran tenaga kesehatan.
Edukasi yang diberikan tidak hanya bermanfaat bagi peserta yang hadir. Informasi tersebut juga dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
[BACA JUGA: MONEV I BLM Vokasi: Evaluasi dan Monitoring 100 Hari Kepengurusan BEM Vokasi]
Penulis: Nazwa Sahkila Khairana
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



