Pentingnya Keterbukaan Riwayat Kesehatan dalam Keamanan Farmakoterapi Pasien

VOKASI NEWS – Kunjungan ke pusat layanan kesehatan dengan keluhan penyakit yang tidak kunjung membaik seringkali diikuti dengan serangkaian pertanyaan spesifik dari tenaga kesehatan. Pertanyaan tersebut mencakup riwayat penyakit lambung, tekanan darah, hingga gangguan fungsi ginjal. Penelusuran riwayat medis merupakan tahapan penting untuk mendiagnosis kondisi sistem tubuh secara komprehensif. Upaya ini memastikan bahwa obat yang diberikan tidak hanya efektif menyembuhkan keluhan, tetapi juga aman bagi organ lain.

Riwayat Penyakit sebagai Dasar Pemberian Obat yang Aman

Terdapat tiga aspek medis yang sering dikaji oleh tenaga kesehatan terkait mekanisme kerja obat. Pertama, riwayat penyakit lambung sangat berpengaruh terhadap penggunaan obat pereda nyeri. Obat tersebut bekerja dengan menghambat zat kimia pembawa sinyal nyeri, namun zat tersebut juga berfungsi melindungi dinding lambung dari asam. Pasien dengan riwayat gangguan lambung berisiko tinggi mengalami iritasi parah hingga pendarahan jika lapisan pelindung lambung menipis akibat interaksi obat (Katzung, 2021).

Kondisi Lambung, Jantung, dan Ginjal Memengaruhi Kerja Obat

Kedua, riwayat hipertensi atau gangguan jantung menentukan kelayakan penggunaan obat dekongestan. Zat dekongestan bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah guna mengurangi pembengkakan di hidung. Bagi penderita gangguan jantung, efek penyempitan pembuluh darah ini dapat memicu lonjakan tekanan darah secara mendadak. Ketiga, fungsi hati dan ginjal menjadi penentu dosis obat yang aman. Hati bertugas memecah zat kimia, sedangkan ginjal berfungsi membuang sisa metabolisme. Kegagalan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan racun dari sisa obat dalam aliran darah sehingga memerlukan penyesuaian dosis yang ketat (DiPiro et al., 2020).

Kejujuran Pasien dan Bahaya Pengobatan Mandiri

Dunia keperawatan mengenal proses pengumpulan informasi kesehatan sebagai pengkajian keperawatan awal. Perawat wajib memandang pasien secara holistik guna menjaga keselamatan sebelum terapi obat diberikan. Kejujuran pasien dalam memberikan informasi riwayat kesehatan, termasuk konsumsi suplemen herbal, merupakan kunci utama keberhasilan pengobatan.

Kebiasaan meniru resep obat orang lain atau melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan medis sangat membahayakan keselamatan. Setiap individu memiliki kondisi sistem tubuh, usia, dan riwayat kesehatan yang berbeda. Obat yang bermanfaat bagi orang lain bisa menjadi racun bagi pasien yang memiliki kondisi bawaan tertentu. Menghindari kesalahan fatal ini mengharuskan adanya pencatatan dan penyampaian informasi kesehatan yang jujur saat berkonsultasi dengan tenaga medis.

[BACA JUGA: Healthy Vision, Brighter Life for Mothers in Kepuh Kemiri]

Penulis: Muhammad Dzaky Satria Sya’Ban

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)

Sumber:

DiPiro, J. T., Yee, G. C., Ellingrod, V. L., Nolin, T. D., & Haines, S. T. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). McGraw-Hill Education.

Katzung, B. G. (2021). Basic & Clinical Pharmacology (15th ed.). McGraw-Hill Education.