VOKASI NEWS – Siklus menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi secara periodik pada wanita usia subur. Siklus ini diatur oleh kerja sama hormon hipotalamus, hipofisis, dan ovarium. Keteraturan siklus menstruasi mencerminkan keseimbangan hormon reproduksi dalam tubuh. Gangguan pada sistem hormonal dapat menyebabkan siklus menjadi tidak teratur. Kondisi tersebut sering dipengaruhi oleh faktor gaya hidup sehari-hari.
Gaya hidup seperti pola tidur, tingkat stres, dan aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan hormon. Perubahan aktivitas harian dapat memengaruhi ritme sirkadian tubuh yang berhubungan langsung dengan pengaturan hormon reproduksi. Ketidakseimbangan gaya hidup dapat berdampak pada perubahan siklus menstruasi. Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita usia subur.
Pengumpulan Data Penelitian
Penelitian dilakukan pada wanita usia subur di Pesantren Qur’an Airlangga Surabaya. Responden merupakan santriwati berusia 18 hingga 25 tahun yang masih aktif mengikuti kegiatan pesantren. Penelitian menggunakan desain cross-sectional untuk melihat hubungan antara kualitas tidur, aktivitas fisik, dan siklus menstruasi dalam satu waktu pengamatan. Pemilihan responden dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Instrumen ini digunakan untuk menilai durasi tidur, gangguan tidur, latensi tidur, dan kualitas tidur secara keseluruhan. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) yang mengelompokkan aktivitas fisik menjadi ringan, sedang, dan berat berdasarkan aktivitas harian. Siklus menstruasi dinilai melalui kuesioner yang mencakup keteraturan, durasi, dan riwayat gangguan menstruasi.
Pengisian kuesioner dilakukan secara langsung oleh responden di lingkungan pesantren. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk melihat hubungan antara kualitas tidur, aktivitas fisik, dan siklus menstruasi. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan pengaruh faktor gaya hidup terhadap kesehatan reproduksi responden.
Kualitas Tidur dan Siklus Menstruasi
Kualitas tidur berperan penting dalam pengaturan ritme sirkadian yang memengaruhi fungsi hormonal tubuh. Gangguan tidur dapat menurunkan produksi melatonin yang berfungsi dalam regulasi hormon reproduksi. Melatonin memengaruhi pelepasan hormon yang berperan dalam proses ovulasi dan siklus menstruasi. Akibatnya, kualitas tidur yang buruk dapat berkaitan dengan ketidakteraturan menstruasi.
Selain itu, penurunan kualitas tidur dapat meningkatkan kadar kortisol akibat respons stres tubuh. Kortisol yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Paparan cahaya biru dari gawai serta kebiasaan tidur larut malam menjadi faktor yang sering menurunkan kualitas tidur. Kondisi tersebut dapat mengganggu ritme biologis tubuh dan memengaruhi keteraturan siklus menstruasi.
Aktivitas Fisik dan Siklus Menstruasi
Aktivitas fisik memiliki peran dalam menjaga keseimbangan metabolik dan hormonal tubuh. Kegiatan fisik dengan intensitas sedang dapat membantu menjaga komposisi lemak tubuh dan sensitivitas insulin. Lemak tubuh berperan dalam produksi hormon estrogen yang memengaruhi siklus menstruasi. Keseimbangan hormon diperlukan agar proses ovulasi dapat berjalan dengan baik.
Aktivitas fisik yang rendah dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik yang berdampak pada ketidakseimbangan hormon reproduksi. Sebaliknya, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan defisit energi kronis dan menurunkan kadar leptin yang berperan dalam regulasi sistem reproduksi. Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi.
Secara keseluruhan, kualitas tidur dan aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita usia subur. Gangguan pola tidur serta aktivitas fisik yang tidak seimbang dapat memengaruhi metabolisme dan keseimbangan hormon tubuh. Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur dan melakukan aktivitas fisik secara seimbang menjadi langkah penting untuk mendukung keteraturan siklus menstruasi dan kesehatan reproduksi wanita.
Penulis: Shafira Azzahra
Pembimbing: Sofiatun, Yulia Trisnawati
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



