VOKASI NEWS – Program magang menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan vokasi, khususnya bagi mahasiswa D-III Keperawatan Universitas Airlangga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien secara profesional. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi teknis, keterampilan komunikasi, dan sikap profesional sebagai calon perawat. Di balik keberhasilan proses pembelajaran tersebut, terdapat peran besar dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa sejak tahap persiapan hingga evaluasi praktik klinik.
Pengalaman Belajar Klinis di Rumah Sakit Universitas Airlangga
Magang Stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB) yang dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di berbagai unit pelayanan, seperti IRNA 3, IRNA 6, IRNA 3A Graha Trimed, dan Unit Hemodialisis. Selama praktik, mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan pasien dalam berbagai kondisi kesehatan. Mahasiswa juga bekerja sama dengan keluarga pasien serta tenaga kesehatan profesional yang terlibat dalam pelayanan. Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang tidak dapat diperoleh hanya melalui kegiatan perkuliahan di ruang kelas. Pelaksanaan magang ini merupakan bagian dari upaya Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi dunia kerja.
Pembekalan sebagai Fondasi Kesiapan Praktik
Dalam pelaksanaan magang, dosen pembimbing memegang peranan strategis sebagai fasilitator pembelajaran bagi mahasiswa. Sebelum memasuki lahan praktik, mahasiswa memperoleh pembekalan yang disampaikan oleh dosen pembimbing. Materi pembekalan mencakup tujuan magang, etika profesi, keselamatan pasien, serta capaian kompetensi yang harus dicapai selama praktik. Pembekalan tersebut membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk menghadapi lingkungan kerja di rumah sakit. Selain itu, mahasiswa juga dibimbing untuk memahami standar pelayanan keperawatan yang berlaku agar dapat menjalankan praktik secara profesional.
Supervisi dan Pengembangan Kompetensi Klinis Mahasiswa
Tidak hanya berperan pada tahap persiapan, dosen pembimbing juga secara aktif melakukan supervisi selama kegiatan praktik berlangsung. Supervisi dilakukan untuk memastikan mahasiswa dapat menjalankan praktik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Melalui diskusi kasus dan observasi langsung, mahasiswa memperoleh arahan dalam menghadapi berbagai situasi klinis. Dosen juga memberikan refleksi pembelajaran dan umpan balik yang konstruktif untuk mendukung proses pengembangan kompetensi mahasiswa. Pendampingan tersebut membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan klinis yang tepat, serta memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif.
Dosen sebagai Motivator dalam Praktik Klinik
Selain menjadi pembimbing akademik, dosen juga berperan sebagai motivator bagi mahasiswa selama menjalani praktik klinik. Dunia praktik klinik menghadirkan berbagai tantangan yang berbeda dengan proses pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan ritme pelayanan rumah sakit yang dinamis dan kompleks. Mereka juga perlu bekerja sama secara efektif dalam tim multidisiplin serta menghadapi berbagai kondisi pasien dengan pendekatan yang tepat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, dosen membantu mahasiswa membangun rasa percaya diri dan menjaga sikap profesional dalam bekerja. Selain itu, dosen turut membimbing mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi terapeutik yang menjadi salah satu kompetensi penting seorang perawat.
Kolaborasi untuk Menciptakan Lingkungan Belajar yang Optimal
Keberhasilan pembelajaran klinik juga merupakan hasil kolaborasi yang erat antara dosen pembimbing, pembimbing klinik (clinical instructor), kepala ruangan, dan tenaga kesehatan di RSUA. Sinergi tersebut menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan dan kebutuhan dunia kerja.
Evaluasi Berkelanjutan untuk Membentuk Perawat Profesional
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, dosen pembimbing memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu melakukan tindakan keperawatan sesuai prosedur, tetapi juga memiliki sikap profesional, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Pendampingan inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk lulusan D-III Keperawatan Universitas Airlangga yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Program magang di RS Universitas Airlangga juga menunjukkan komitmen Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengalaman belajar nyata (experiential learning). Melalui pembimbingan yang berkualitas, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi teknis, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai empati, kolaborasi, integritas, serta pelayanan yang berpusat pada pasien.
Kontribusi Program Magang terhadap Pencapaian SDGs
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas calon tenaga kesehatan, SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi yang berkualitas, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dan Rumah Sakit Universitas Airlangga dalam meningkatkan mutu pendidikan klinik.
Dengan pembimbingan yang optimal dan kerja sama yang baik antara institusi pendidikan serta rumah sakit pendidikan, program magang diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan keperawatan yang profesional, berkompeten, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
[BACA JUGA: Paparan PM2.5 dan Kepatuhan APD Berperan dalam Menjaga Faal Paru Pekerja Workshop]
Penulis: Sinta Wulandari
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)



