VOKASI NEWS – Sistem persediaan barang yang efisien menjadi kunci bagi perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen dan menjaga kelangsungan operasional.
Di Indonesia, perkembangan teknologi saat ini membuat dunia usaha semakin berkembang pesat. Dengan begitu, tentunya hal tersebut memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini juga dapat terlihat karena adanya perkembangan serta persaingan yang cukup ketat dalam dunia usaha, baik perdagangan maupun perindustrian. Apalagi melihat tuntutan konsumen akan produk atau barang yang akan dikonsumsi. Setiap perusahaan pasti punya tujuan untuk menghasilkan laba optimal agar dapat mempertahankan kelangsungan operasional perusahaan.
Adapun juga agar memajukan, serta mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi atau ke tingkat yang lebih baik. Pengelolaan persediaan yang efisien berguna untuk menghindari biaya akibat kelebihan persediaan dan biaya akibat kehabisan persediaan. Persediaan barang dagang merupakan salah satu aset penting bagi setiap perusahaan manufaktur. Hal ini mencerminkan jumlah barang yang tersedia untuk dijual kepada pelanggan. Manajemen persediaan yang efektif menjadi kunci bagi kelancaran operasional dan kepuasan pelanggan.
BACA JUGA: [Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Membentuk Brand Awareness Kedai Kopi Fourbunch.co]
Dengan mempertahankan persediaan yang cukup namun tidak berlebihan, perusahaan dapat mengoptimalkan profitabilitasnya. Selain itu juga mengurangi risiko kerugian akibat barang rusak atau kedaluwarsa. Selain itu, teknologi dan sistem manajemen persediaan yang mempunyai peran penting dalam memantau, mengendalikan, dan merencanakan persediaan agar tetap optimal dan terkelola dengan baik.
Mengapa Persediaan Barang Penting bagi Perusahaan?
Berikut adalah beberapa alasan mengapa mengelola persediaan sangat penting bagi suatu perusahaan:
- Pemenuhan Permintaan Pelanggan: Persediaan memungkinkan perusahaan untuk menjaga ketersediaan produk dan menghindari kekurangan stok yang dapat menyebabkan kehilangan penjualan.
- Efisiensi Operasional: Dengan memiliki persediaan yang memadai, perusahaan dapat menjaga proses produksi tetap berjalan tanpa gangguan dan memaksimalkan penggunaan sumber daya.
- Negosiasi dengan Pemasok: Persediaan yang dikelola dengan baik memberikan keunggulan dalam bernegosiasi dengan pemasok. Hal tersebut karena perusahaan dapat memesan dalam jumlah besar atau mendapatkan diskon berdasarkan volume pembelian.
- Stabilitas Keuangan: Persediaan yang tepat dapat membantu mengamankan stabilitas keuangan perusahaan dengan memungkinkan untuk menjaga aliran kas yang konsisten dan menghindari biaya darurat akibat kekurangan bahan baku atau barang jadi.
- Respon terhadap Perubahan Pasar: Dalam lingkungan bisnis yang dinamis, persediaan yang efektif memungkinkan perusahaan untuk lebih responsif terhadap perubahan permintaan pasar atau kondisi ekonomi.
- Menjamin Kualitas Produk: Dengan memiliki kontrol atas bahan baku yang digunakan, perusahaan dapat memastikan kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga.
- Optimalisasi Produksi: Persediaan yang baik memungkinkan perusahaan untuk merencanakan produksi secara efisien, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan keuntungan.
Faktor dan Komponen Utama Sistem Pengendalian Barang
Pengelolaan persediaan barang dagang yang baik merupakan faktor kunci dalam kesuksesan operasional setiap perusahaan. Persediaan yang tepat dapat memastikan ketersediaan produk yang memadai untuk memenuhi permintaan pelanggan tanpa mengalami kelebihan stok. Kelebihan stok yang akan berpotensi menghambat likuiditas dan meningkatkan biaya penyimpanan. Selain itu, manajemen persediaan yang efektif membantu perusahaan dalam merencanakan produksi dengan lebih baik, mengurangi risiko kekurangan barang.
Dengan menerapkan sistem manajemen yang terintegrasi dan memanfaatkan teknologi yang ada, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas secara keseluruhan. Dalam konteks ini, manajemen persediaan yang efektif menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan kebutuhan operasional dan keuangan perusahaan. Berdasarkan COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission), komponen utama dari sistem pengendalian internal dalam konteks persediaan barang dagang meliputi:
- Lingkungan Pengendalian (Control Environment): Menciptakan budaya perusahaan yang mendukung pengendalian internal yang efektif, termasuk nilai-nilai etika, komitmen manajemen, dan filosofi pengendalian yang diterapkan dalam mengelola persediaan.
- Penilaian Risiko (Risk Assessment): Evaluasi risiko – risiko yang terkait dengan persediaan barang dagang, seperti risiko kekurangan persediaan, kerusakan barang, atau perubahan harga, untuk menentukan strategi pengendalian yang sesuai.
- Aktivitas Pengendalian (Control Activities): Implementasi kebijakan dan prosedur pengendalian untuk mengelola persediaan. Seperti pemeriksaan fisik barang, pengawasan terhadap akses terhadap persediaan, dan pemisahan tugas yang memadai.
- Informasi dan Komunikasi (Information and Communication): Pengumpulan, pengolahan, dan penyampaian informasi yang relevan tentang persediaan barang dagang secara tepat waktu kepada pihak yang terkait dalam organisasi.
- Pemantauan (Monitoring): Pengawasan secara terus-menerus terhadap efektivitas sistem pengendalian internal untuk memastikan bahwa prosedur-prosedur pengendalian yang telah ditetapkan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan hasil yang diharapkan.
Dengan menerapkan semua komponen ini secara teratur, perusahaan manufaktur dapat memastikan bahwa pengendalian internal mereka terintegrasi dengan baik dan dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap risiko – risiko yang terkait dengan persediaan barang dagang.
***
Penulis: Vivi Chintya Anggreini
Editor: Puspa Anggun Pertiwi