VOKASI NEWS – Sebelum menjalani USG transabdominal, pasien biasanya diminta mengonsumsi air putih dan menahan buang air kecil. Persiapan sederhana ini ternyata berperan penting dalam meningkatkan kualitas citra uterus sehingga hasil pemeriksaan menjadi lebih optimal.
Pada pemeriksaan USG transabdominal, kandung kemih (bladder) yang terisi berfungsi sebagai acoustic window, yaitu media yang membantu gelombang ultrasonografi merambat menuju organ pelvis. Kondisi ini mendorong usus yang berisi gas keluar dari bidang pencitraan sehingga uterus dapat divisualisasikan dengan lebih jelas. Sebaliknya, apabila bladder belum terisi optimal, gas usus masih dapat menghalangi jalannya gelombang ultrasonografi sehingga kualitas citra menjadi kurang maksimal (AIUM, 2024).
Evaluasi Pengaruh Volume Bladder terhadap Kualitas Citra
Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis pengaruh volume bladder terhadap kualitas citra uterus pada pemeriksaan USG transabdominal. Penelitian ini tidak hanya menilai kualitas citra secara visual, tetapi juga menggunakan parameter kuantitatif sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih objektif.
Sebanyak 12 volunteer wanita usia reproduktif mengikuti penelitian ini. Seluruh volunteer mengonsumsi 500 mL air, kemudian menjalani pemeriksaan pada tiga waktu scanning, yaitu 15, 30, dan 60 menit. Kualitas citra dievaluasi melalui pendekatan objektif menggunakan nilai Contrast to Noise Ratio (CNR) dan subjektif berdasarkan penilaian dokter spesialis radiologi.
Kualitas Citra Meningkat Seiring Bertambahnya Volume Bladder
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume bladder cenderung meningkat seiring bertambahnya waktu scanning dan volume bladder. Peningkatan volume tersebut diikuti oleh peningkatan kualitas citra uterus, baik berdasarkan nilai CNR maupun penilaian kedua dokter.
Secara objektif, rata-rata nilai CNR meningkat pada setiap waktu scanning. Nilai CNR yang semakin tinggi menunjukkan bahwa citra memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membedakan struktur uterus dengan jaringan sekitarnya. Dengan demikian, batas anatomi uterus tampak lebih jelas sehingga memudahkan proses evaluasi klinis.
Penilaian subjektif oleh dua dokter spesialis radiologi juga menunjukkan hasil yang sejalan. Semakin lama waktu scanning, kualitas visualisasi uterus dinilai semakin baik. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya skor penilaian dokter terhadap kejelasan struktur anatomi uterus pada pemeriksaan yang dilakukan setelah konsumsi air.
Volume Bladder Terbesar Belum Tentu Memberikan Hasil Terbaik
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa kualitas citra terbaik tidak selalu diperoleh pada volume bladder yang paling besar. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas citra terbaik cenderung diperoleh pada volume bladder sekitar 268,31–399,40 mL. Sementara itu, beberapa volunteer dengan volume bladder yang lebih besar justru tidak menghasilkan nilai CNR maupun kualitas visualisasi yang lebih tinggi dibandingkan volunteer dengan volume yang lebih kecil.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara volume bladder dan kualitas citra uterus tidak selalu bersifat linear. Dengan kata lain, peningkatan volume bladder memang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas citra, tetapi volume terbesar belum tentu menghasilkan visualisasi terbaik pada setiap individu. Kondisi ini mengindikasikan bahwa masih terdapat faktor fisiologis lain yang kemungkinan turut memengaruhi kualitas citra uterus dan perlu dikaji lebih lanjut.
Mendukung Pemeriksaan USG yang Lebih Optimal
Hasil penelitian ini memperkuat pentingnya persiapan pasien sebelum menjalani pemeriksaan USG transabdominal. Pengisian bladder yang memadai membantu meningkatkan kualitas visualisasi uterus sehingga dokter dapat mengevaluasi struktur anatomi dengan lebih jelas. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penilaian kualitas citra akan lebih komprehensif apabila dilakukan menggunakan dua parameter objektif dan subjektif.
Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengoptimalkan prosedur persiapan pasien sebelum pemeriksaan USG transabdominal. Penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi kualitas citra uterus sehingga pelayanan pemeriksaan USG dapat terus ditingkatkan.
[BACA JUGA: Komparasi Akurasi Citra USG Konvensional dan Harmonik pada Pemeriksaan Kantung Empedu Pasien Obesitas]
***
Penulis: Sevina Rizqi Meylani
Pembimbing: Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah dan Krizky Eka Putra Sulistya
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



