Pesona Bangsring Underwater bagi Mahasiswa Perhotelan

Pesona Bangsring Underwater bagi Mahasiswa Perhotelan_dokumen istimewa

VOKASI NEWS – Mahasiswa D4 Manajemen Perhotelan Vokasi UNAIR mempelajari pengelolaan wisata bahari berkelanjutan melalui kunjungan lapangan ke Bangsring Underwater Banyuwangi.

Wisata Edukasi Bahari Berbasis Konservasi

Bangsring Underwater menjadi salah satu destinasi yang dipelajari mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam kegiatan eksplorasi wisata Banyuwangi pada 20–23 November 2024. Kawasan ini dikenal sebagai wisata bahari berbasis konservasi yang dikelola oleh masyarakat pesisir. Melalui kunjungan lapangan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai pengelolaan destinasi laut yang mengintegrasikan aspek pelayanan, edukasi, dan pelestarian lingkungan.

Pengelola setempat menjelaskan bahwa Bangsring Underwater berkembang dari inisiatif nelayan untuk memulihkan ekosistem laut yang sempat mengalami kerusakan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan Rumah Apung, pengaturan zona snorkeling, serta program penangkaran hiu. Model pengelolaan ini menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga sumber daya laut sekaligus mengembangkan potensi wisata secara berkelanjutan.

Keberadaan fasilitas wisata di kawasan ini juga mendukung kegiatan edukatif. Wisatawan mendapatkan pengarahan sebelum melakukan aktivitas laut, termasuk penjelasan mengenai keselamatan dan etika berwisata. Pendekatan ini menegaskan bahwa pengelolaan destinasi tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran lingkungan.

Pengalaman Lapangan dan Tantangan Lingkungan

Mahasiswa mengikuti aktivitas snorkeling di area yang telah ditetapkan oleh pengelola. Kondisi perairan relatif jernih sehingga terumbu karang dan ikan karang dapat terlihat dengan jelas. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung mengenai daya tarik wisata bahari sebagai produk unggulan daerah pesisir Banyuwangi.

Di sisi lain, tim juga menemukan keberadaan sampah plastik yang mengapung di beberapa titik perairan. Sampah tersebut berpotensi mengganggu keindahan visual dan membahayakan biota laut. Petugas konservasi menyampaikan bahwa sampah sering terbawa arus dari wilayah lain, sehingga pembersihan rutin menjadi tantangan yang terus dihadapi pengelola. Situasi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan destinasi sangat dipengaruhi oleh perilaku pengunjung dan dukungan lintas wilayah.

Kondisi lapangan tersebut menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan wisata yang bertanggung jawab. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa keberhasilan destinasi bahari tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh sistem pengelolaan lingkungan yang konsisten.

Relevansi bagi Pendidikan Manajemen Perhotelan

Kegiatan observasi di Bangsring Underwater memberikan pembelajaran aplikatif terkait standar pelayanan wisata, pengelolaan risiko, dan edukasi pengunjung. Mahasiswa memahami bahwa industri perhotelan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan destinasi. Pelayanan yang baik perlu berjalan seiring dengan upaya perlindungan lingkungan.

[BACA JUGA: Studi Outbound Manajemen Perhotelan: Pesona Ekonomi Green Island Melalui Keberhasilan Menggait 1000 Pengunjung dalam Satu Hari]

Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai peran sumber daya manusia pariwisata dalam menjaga keseimbangan antara kepuasan wisatawan dan pelestarian alam. Pembelajaran lapangan tersebut memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan industri perhotelan yang semakin menuntut praktik berkelanjutan.

***

Penulis: Dina Putri Anggraini, Muh. Revaldo Putra Pradana, Muh. Febrian Alim Muttaqin

Pembimbing: Jiwangga Hadi Nata, S.E., M.SM.