VOKASI NEWS – Penelitian Mahasiswa D4 Pengobat Tradisional, Universitas Airlangga membuktikan pijat tradisional Bali efektif mengurangi insomnia mahasiswa. Simak mekanisme, manfaat, dan hasil risetnya.
Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi dan sulit tidur kembali. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko penyakit seperti hipertensi, gangguan jantung, dan masalah kesehatan mental. Mahasiswa termasuk kelompok yang rentan mengalami insomnia akibat tekanan akademik, tuntutan sosial, dan kebiasaan begadang yang mengganggu jam biologis tubuh.
Insomnia pada Mahasiswa dan Dampaknya
Tekanan akademik, gaya hidup yang tidak teratur, serta stres emosional membuat mahasiswa rawan mengalami gangguan tidur. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, satu dari tiga orang di dunia mengalami insomnia. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 67%, dengan mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak.
Gangguan tidur yang tidak ditangani dapat mengurangi konsentrasi, menurunkan daya ingat, dan memengaruhi performa akademik. Jika berlangsung jangka panjang, risiko munculnya penyakit kronis juga meningkat.
Pijat Bali Sebagai Alternatif Terapi
Penggunaan obat tidur untuk mengatasi insomnia memiliki potensi efek samping, sehingga terapi non-farmakologis menjadi pilihan yang semakin diminati. Salah satunya adalah pijat tradisional Bali, yang menggabungkan teknik lembut, tekanan dalam, dan peregangan otot. Terapi ini bertujuan merilekskan tubuh sekaligus menyeimbangkan energi, sejalan dengan konsep Traditional Chinese Medicine (TCM).
Penelitian eksperimental di Universitas Airlangga melibatkan 48 mahasiswi, dengan kelompok perlakuan menerima pijat Bali dua kali seminggu selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan skor insomnia pada kelompok terapi (p < 0,05).
Mekanisme Kerja Pijat Bali terhadap Tidur
Menurut TCM, insomnia berkaitan dengan gangguan aliran energi (Qi) dan ketidakseimbangan organ seperti jantung dan limpa. Pijat Bali bekerja dengan menstimulasi titik meridian, memperlancar aliran energi, dan menenangkan jiwa (Shen). Efeknya termasuk peningkatan hormon melatonin dan serotonin, serta penurunan kadar kortisol, yang mendukung kualitas tidur lebih baik.
[BACA JUGA: “Senyum Sehat, Hidup Ceria”, Mahasiswa UNAIR Edukasi Siswa MI Pancasila tentang Kesehatan Gigi]
Bagi mahasiswa, pijat Bali dapat menjadi solusi holistik yang tidak hanya memberikan relaksasi, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Terapi ini menawarkan pendekatan alami untuk mengurangi gejala insomnia tanpa risiko ketergantungan obat.
***
Penulis: Jeny Puspita Pratiwi Trisna Hayati
Pembimbing: Edith Frederika Puruhito & Myrna Adianti
Program Studi: D4 Pengobat Tradisional
Editor: Fatikah Rachmadianty