VOKASI NEWS – Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian penting dalam pembelajaran pendidikan vokasi karena memberikan pengalaman kerja nyata di lingkungan profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar beradaptasi dengan sistem kerja, tekanan, serta tanggung jawab di dunia kerja.
Pengalaman tersebut dirasakan oleh Adistra Shanda, mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medik angkatan 2023, yang menjalani PKL selama tiga bulan di RSUD dr. Soewandhi. Selama menjalani PKL, Adistra ditempatkan secara bergilir di Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Patologi Anatomi, serta Bank Darah. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai alur kerja dan peran tenaga laboratorium medis di berbagai unit pelayanan kesehatan.
Kegiatan dan Kesibukan Selama PKL
Pelaksanaan PKL dilakukan dengan sistem kerja bergilir sesuai jadwal shift rumah sakit. Mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan laboratorium, mulai dari tahap pra-analitik seperti pengecekan identitas pasien dan pengambilan sampel darah, hingga tahap analitik menggunakan alat laboratorium otomatis. Jenis pemeriksaan yang ditangani menyesuaikan dengan unit penempatan dan jumlah sampel yang masuk setiap harinya.
Pada unit Bank Darah, mahasiswa mempelajari proses pemeriksaan golongan darah lanjutan yang tidak hanya terbatas pada sistem ABO. Proses tersebut meliputi uji kecocokan atau crossmatch yang harus dilakukan secara bertahap dan teliti. Apabila hasil pemeriksaan belum sesuai, tenaga laboratorium wajib menelusuri sumber kesalahan, melakukan pemeriksaan ulang, serta memastikan darah benar-benar aman sebelum disimpan. Proses penyimpanan darah juga harus memperhatikan suhu dan standar tertentu agar kualitas darah tetap terjaga hingga digunakan untuk transfusi.
Keterkaitan Pembelajaran Kampus dan Dunia Kerja
Pembelajaran di kampus dinilai memberikan bekal yang cukup untuk menghadapi kegiatan PKL. Meskipun sebagian besar praktikum dilakukan secara manual, pemahaman teori dan alur pemeriksaan membantu mahasiswa beradaptasi dengan penggunaan alat laboratorium yang lebih modern di rumah sakit. Bekal tersebut membuat mahasiswa tidak memulai dari nol dan mampu mengikuti ritme kerja laboratorium medis yang cepat dan terstruktur.
Tantangan dan Pengalaman Berkesan
Tantangan utama selama PKL adalah proses adaptasi dengan lingkungan kerja rumah sakit yang ramai dan penuh tekanan. Interaksi dengan tenaga kesehatan serta pasien membutuhkan keberanian, ketelitian, dan komunikasi yang baik. Tantangan juga dirasakan saat melakukan tindakan flebotomi, terutama pada pasien lanjut usia dengan kondisi vena yang sulit. Untuk mengatasinya, mahasiswa menerapkan komunikasi yang sopan, meminta izin kepada pasien, serta tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Pengalaman berkesan dirasakan saat pertama kali melihat fasilitas dan peralatan laboratorium rumah sakit yang lebih lengkap dibandingkan di kampus. Pengamatan langsung terhadap jaringan pasien, termasuk jaringan tumor dengan ukuran dan tekstur nyata, memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran melalui teori atau buku.
Makna PKL dan Peran Tenaga Laboratorium Medik
PKL memiliki makna besar dalam mematangkan kesiapan mental mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Pengalaman bekerja dengan sistem yang berbeda antar rumah sakit membantu mahasiswa memahami dinamika kerja laboratorium medis. PKL juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran tenaga Teknologi Laboratorium Medik dalam pelayanan kesehatan.
Tenaga laboratorium berperan penting dalam menjaga akurasi hasil pemeriksaan, mulai dari pengolahan darah, jaringan, hingga pewarnaan preparat. Kesalahan pada tahap laboratorium dapat berdampak pada keterlambatan diagnosis dan penanganan pasien. Oleh karena itu, ketelitian dan profesionalisme tenaga laboratorium menjadi kunci dalam mendukung keputusan medis dan keselamatan pasien.
[BACA JUGA: Mengapa Kebun Binatang Surabaya Masih Jadi Favorit Wisata Keluarga]
***
Penulis: Tim Vokasi Branding



