VOKASI NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat dan Pariwisata menyelenggarakan Sambang Desa 2026 di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung selama sepuluh hari, mulai Kamis (16/7/2026) hingga Sabtu (25/7/2026). Program tersebut melibatkan mahasiswa, masyarakat, serta pemerintah desa.
Mengangkat potensi lokal sebagai dasar pengabdian, Sambang Desa 2026 menghadirkan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian, peternakan, ekonomi dan UMKM, serta sosial budaya. Dengan demikian, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi desa secara berkelanjutan.
Pendidikan dan Kesadaran Pembangunan Berkelanjutan
Upaya pemberdayaan dimulai melalui bidang pendidikan dengan menghadirkan kegiatan pembelajaran di tingkat SD, MTs, dan MA. Program tersebut meliputi bimbingan belajar, edukasi kesehatan, literasi digital, serta pengenalan pendidikan dan karier. Melalui kegiatan tersebut, pelajar memperoleh bekal untuk menghadapi perkembangan zaman.
Sejalan dengan itu, edukasi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) turut diberikan kepada generasi muda. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep pembangunan berkelanjutan. Selain itu, pelajar diajak meningkatkan kesadaran terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan di sekitar.
Selanjutnya, kepedulian terhadap lingkungan diperkuat melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan pengelolaan limbah organik dan ternak, pembuatan kompos, pengolahan sampah plastik, penghijauan, kegiatan berkebun, hingga pemasangan lampu tenaga surya.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program tersebut ialah praktik pembuatan biogas dari limbah organik dan ternak. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif. Dengan demikian, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dapat diterapkan sesuai potensi Desa Andonosari.
Pengembangan UMKM dan Kesehatan Masyarakat
Selain pendidikan dan lingkungan, pengembangan potensi ekonomi masyarakat juga menjadi fokus Sambang Desa 2026. Pendampingan UMKM dilakukan melalui kunjungan langsung serta pemberian wawasan mengenai branding, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan produk secara lebih optimal.
Sementara itu, potensi peternakan Desa Andonosari dikembangkan melalui workshop pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah. Hasil olahan serta berbagai produk masyarakat kemudian diperkenalkan dalam bazar UMKM pada rangkaian Festival Desa. Dengan cara tersebut, masyarakat memperoleh ruang untuk mempromosikan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan pengunjung.
Di sisi lain, penguatan potensi desa juga berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Penyuluhan mengenai penyakit umum dan pemeriksaan kesehatan dasar turut dilaksanakan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Rangkaian Sambang Desa 2026 kemudian ditutup melalui kegiatan sosial budaya dan Festival Desa. Festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, memperkenalkan produk lokal, serta mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan warga Desa Andonosari.
“Karena sejatinya, kami datang ke sini dengan niat untuk mengabdi. Tetapi yang kami bawa pulang justru jauh lebih banyak daripada yang kami berikan,” ujar Menteri Pengabdian Masyarakat dan Pariwisata BEM Fakultas Vokasi UNAIR dalam sambutan Festival Penutupan Sambang Desa 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal. Lebih lanjut, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program selesai. Pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan diharapkan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, Sambang Desa 2026 tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan di lapangan. Program tersebut juga menghadirkan ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman serta potensi masyarakat secara langsung. Dengan demikian, Sambang Desa 2026 menjadi langkah untuk membangun kepedulian, memperkuat kolaborasi, dan mendorong kemandirian masyarakat melalui potensi yang dimiliki Desa Andonosari.
Penulis: Fawwaz Aqilah Hanin Khansa
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



