Sistem Wearable Device untuk Melacak Lokasi Anak

Sistem Wearable Device untuk Melacak Lokasi Anak_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Pengembangan wearable device berbasis IoT untuk memantau lokasi dan detak jantung anak sebagai solusi pendukung perlindungan anak di era digital.

Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dikutip oleh BeritaSatu mencatat sekitar 1.600 kasus perundungan anak hingga Oktober 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa anak masih berada dalam situasi rentan, terutama ketika berada di luar pengawasan langsung orang dewasa. Dampak kekerasan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis jangka panjang.

Perkembangan teknologi digital berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem perlindungan anak yang lebih adaptif. Orang tua, khususnya yang memiliki keterbatasan waktu dalam pengawasan langsung, memerlukan alat bantu yang mampu memberikan informasi kondisi dan keberadaan anak secara cepat dan akurat. Teknologi berbasis Internet of Things (IoT) menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut secara praktis.

Inovasi Wearable Device Berbasis Internet of Things

Mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol Universitas Airlangga mengembangkan sistem wearable device untuk memantau lokasi dan detak jantung anak secara real-time. Perangkat ini dirancang sebagai alat bantu pemantauan jarak jauh yang terintegrasi dengan sistem IoT.

Sistem tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengolahan data. Sensor MAX30102 berfungsi untuk memantau detak jantung menggunakan prinsip fotopletismografi, sementara modul GPS Neo-6MV2 digunakan untuk menentukan posisi geografis anak melalui sinyal satelit. Informasi lokasi dan detak jantung dikirimkan secara otomatis ke orang tua melalui aplikasi Telegram sebagai notifikasi pemantauan.

Perangkat ini juga dilengkapi sensor sentuh yang berfungsi sebagai panic button. Fitur tersebut memungkinkan anak mengirimkan sinyal darurat ketika berada dalam situasi tidak aman. Rangkaian pendukung lain, seperti LM2596, baterai, dan kapasitor, memastikan perangkat dapat digunakan secara portabel dan stabil.

Prospek dan Peran Kolaboratif Masyarakat

Kebutuhan terhadap sistem keamanan anak diperkirakan akan terus meningkat seiring dinamika sosial dan mobilitas masyarakat. Perangkat pemantauan berbasis IoT memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi akurasi sensor maupun integrasi dengan sistem keamanan lainnya.

[BACA JUGA: Pengenalan Kearsipan: Wujudkan Generasi Muda Sadar Arsip di SMAN 1 Kauman, Tulungagung]

Meski demikian, teknologi tidak dapat berdiri sendiri. Upaya perlindungan anak tetap memerlukan peran aktif orang tua, edukasi dini kepada anak, serta kerja sama masyarakat dalam pelaporan cepat kepada pihak berwenang. Inovasi teknologi ini diharapkan dapat menjadi alat pendukung dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.

***

Penulis: Aqila Putri Prameswari

Pembimbing: Elsyea Adia Tunggadewi, S.T., M.T. dan Sisca Dina Nur Nahdliyah,  S.T., M.T.

Editor: Fatikah Rachmadianty