VOKASI NEWS – Fenomena Forward Head Posture (FHP) atau kondisi kepala condong ke depan telah menjadi masalah kesehatan yang kian serius, terutama di kalangan mahasiswa. Kebiasaan menatap layar smartphone dan laptop dalam durasi lama dengan posisi statis menjadi pemicu utama gangguan muskuloskeletal ini. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika postur tubuh, tetapi juga memicu nyeri leher kronis, sakit kepala hebat, hingga penurunan produktivitas akademik yang signifikan.
Kondisi ini diperparah oleh gaya hidup akademik yang menuntut mahasiswa untuk terus berada di depan perangkat digital. Ketidakseimbangan otot terjadi ketika otot deep neck flexor mengalami kelemahan, sementara otot ekstensor leher mengalami pemendekan. Hal ini menciptakan tekanan biomekanik yang besar pada ruas tulang belakang servikal, yang jika tidak segera dikoreksi, dapat menyebabkan disfungsi sendi yang lebih kompleks.
Efektivitas Intervensi Chin Tuck Exercise
Penelitian terbaru pada mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga mengungkap efektivitas Chin Tuck Exercise (CTE) dalam memperbaiki postur leher secara mandiri. Latihan ini merupakan bentuk strengthening exercise yang secara spesifik menargetkan penguatan otot longus colli dan longus capitis. Melalui gerakan retraksi dagu yang terkontrol, mekanisme ini menyebabkan kurvatura lordosis servikal menjadi lebih datar sehingga kepala kembali ke posisi netral.
Metode pengujian yang dilakukan selama empat minggu dengan frekuensi empat kali latihan setiap minggu memberikan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Paired T-Test, terdapat peningkatan signifikan pada nilai Craniovertebral Angle (CVA) yang diukur melalui perangkat lunak Kinovea. Peningkatan sudut ini menjadi bukti ilmiah bahwa posisi kepala subjek penelitian menjadi lebih tegak dan sejajar dengan garis bahu dibandingkan sebelum intervensi dilakukan.
Kemudahan Implementasi Secara Mandiri
Keunggulan utama dari teknik ini terletak pada prosedurnya yang sangat sederhana, efisien, dan fleksibel. Latihan ini dapat dilakukan dengan posisi duduk tegak, tanpa memerlukan instrumen medis yang kompleks ataupun ketergantungan pada alat beban eksternal. Kesederhanaan ini menjadikan Chin Tuck Exercise sebagai solusi yang sangat strategis dan populer untuk diterapkan oleh populasi mahasiswa di tengah kesibukan perkuliahan.
Kesadaran akan postur tubuh yang ergonomis merupakan kunci utama untuk mencegah komplikasi kesehatan di masa depan. Implementasi rutin latihan ini diharapkan mampu menjadi budaya preventif bagi masyarakat luas, khususnya pengguna teknologi aktif, untuk meminimalkan beban statis pada leher. Dengan menjaga postur yang baik, kesehatan fisik jangka panjang akan tetap terjaga dan kualitas hidup pun dapat meningkat secara optimal.
[BACA JUGA: Mahasiswa Vokasi UNAIR Hadirkan Edukasi dan Budaya Indonesia di PERMAI Pulau Pinang]
Penulis: Reyzhar Alfanorizkillah
Pembimbing : Lydia Arfianti dan Lantjar Januwidodo
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



