Stock Opname Jadi Salah Satu Kunci Akurasi Persediaan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Stock Opname Jadi Salah Satu Kunci Akurasi Persediaan Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

VOKASI NEWS – Mahasiswa D3 Akuntansi VOKASI UNAIR menemukan selisih stok saat magang di CV. BA dan menunjukkan pentingnya stock opname untuk meningkatkan akurasi persediaan serta laporan keuangan UMKM.

Mahasiswa D3 Akuntansi VOKASI UNAIR Temukan Permasalahan Persediaan saat Magang

Persediaan barang dagang menjadi salah satu aset penting yang menentukan kualitas laporan keuangan sebuah usaha. Namun, pencatatan persediaan masih menjadi tantangan bagi banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama ketika transaksi tidak dicatat secara real-time.

Kondisi tersebut ditemukan oleh Shivani Agustina, mahasiswa D3 Akuntansi VOKASI UNAIR, saat menjalani program magang di Mitra Advisory Bersama (MAB Advisory) pada Februari hingga Juni 2026. Dalam kegiatan magang tersebut, Shivani mendampingi CV. BA, perusahaan perdagangan kosmetik yang berlokasi di Manokwari, Papua Barat.

Selama proses pendampingan, ditemukan bahwa data persediaan pada sistem kasir menunjukkan banyak stok barang bernilai minus. Padahal, secara akuntansi persediaan merupakan aset perusahaan yang tidak seharusnya memiliki nilai negatif. Kondisi ini terjadi karena pencatatan transaksi penjualan dan pembelian tidak selalu dilakukan secara real-time. Akibatnya, data pada sistem tidak lagi sesuai dengan jumlah barang yang tersedia di gudang maupun toko.

Stock Opname Jadi Langkah Verifikasi Data Persediaan

Untuk memperoleh nilai persediaan yang akurat, dilakukan kegiatan stock opname terhadap seluruh barang dagang yang tersedia di gudang dan toko. Kegiatan ini dilakukan melalui penghitungan fisik setiap item persediaan.

Selanjutnya, hasil penghitungan fisik dibandingkan dengan data yang tercatat pada sistem kasir. Proses tersebut bertujuan mengidentifikasi selisih antara jumlah barang yang tersedia secara fisik dengan data yang tersimpan pada sistem.

Apabila ditemukan perbedaan, data tersebut dikonfirmasikan kepada pihak manajemen. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri harga beli historis barang yang belum tercatat sehingga nilai persediaan dapat disesuaikan secara akurat.

Shivani menjelaskan bahwa kegiatan stock opname mampu mengungkap berbagai ketidaksesuaian yang sebelumnya tidak terdeteksi.

“Setelah melakukan stock opname, ditemukan hampir seluruh item barang menunjukkan selisih negatif antara data sistem dan jumlah fisik. Tanpa stock opname, selisih tersebut tidak akan diketahui sehingga nilai persediaan dalam laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan sulit dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Tingkatkan Akurasi Laporan Keuangan UMKM

Selain membantu mencocokkan data persediaan, stock opname juga berperan penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan perusahaan. Persediaan yang tercatat secara akurat akan menghasilkan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang lebih tepat serta penyajian nilai aset yang lebih andal dalam laporan posisi keuangan.

Di sisi lain, pelaksanaan stock opname secara berkala membantu perusahaan mendeteksi kesalahan pencatatan sejak dini. Dengan demikian, selisih persediaan tidak terus menumpuk dan dapat segera diperbaiki sebelum memengaruhi laporan keuangan.

Dukung Pengambilan Keputusan Bisnis yang Lebih Tepat

Bagi pelaku UMKM, stock opname merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan usaha. Data persediaan yang akurat membantu pemilik usaha mengendalikan stok, menyusun laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta merencanakan kebutuhan persediaan secara lebih efektif.

Selain itu, informasi persediaan yang valid juga mendukung proses pengambilan keputusan bisnis berdasarkan kondisi usaha yang sebenarnya. Oleh karena itu, pelaksanaan stock opname secara berkala menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola persediaan yang lebih baik.

Melalui pengalaman magang ini, mahasiswa D3 Akuntansi VOKASI UNAIR tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di dunia kerja, tetapi juga berkontribusi memberikan solusi terhadap permasalahan nyata yang dihadapi pelaku UMKM.

[BACA JUGA: SP2DK dan Kepatuhan Pajak: Membangun Transparansi Pelaporan Menuju Sustainable Development Goals (SDGs)]

Penulis: Shivani Agustina

Pembimbing: Diana Suteja

Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)