Strategi Pemasaran Green Island Banyuwangi dan Pengalaman Wisata yang Menguatkan Branding Destinasi

Strategi Pemasaran Green Island Banyuwangi dan Pengalaman Wisata yang Menguatkan Branding Destinasi_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Green Island Banyuwangi menawarkan pengalaman wisata bahari berbasis masyarakat dengan strategi branding melalui interaksi lokal dan pengelolaan berkelanjutan.

Green Island Banyuwangi merupakan destinasi wisata bahari yang berkembang di wilayah selatan Kabupaten Banyuwangi. Pulau kecil ini berada tidak jauh dari Pantai Mustika, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Akses menuju lokasi dilakukan dengan perahu mesin milik nelayan setempat, yang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Perjalanan laut singkat tersebut menjadi bagian awal pengalaman wisata sebelum pengunjung tiba di pulau.

Kawasan ini menawarkan bentang alam pesisir dengan pasir putih dan perairan laut yang relatif jernih. Kondisi tersebut mendukung aktivitas wisata seperti berjalan di sepanjang pantai, berenang, hingga snorkeling sederhana. Ukuran pulau yang tidak terlalu luas memudahkan wisatawan menjelajahi area tanpa memerlukan waktu lama. Situasi yang relatif tenang juga menjadikan Green Island sebagai alternatif bagi wisatawan yang mencari suasana alam tanpa keramaian berlebih.

Pengalaman Wisata sebagai Strategi Branding

Pengelolaan wisata Green Island tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman langsung yang diterima pengunjung. Salah satu bentuk interaksi yang kerap ditemui adalah keterlibatan nelayan lokal dalam melayani wisatawan. Dalam beberapa kunjungan, wisatawan memperoleh hasil tangkapan laut seperti ikan cakalang yang diberikan secara sukarela oleh masyarakat setempat. Praktik ini mencerminkan nilai keramahan sekaligus memperlihatkan hasil laut sebagai identitas kawasan pesisir.

Pendekatan tersebut dapat dipahami sebagai strategi branding berbasis pengalaman. Wisatawan memperoleh kesan personal yang mendorong mereka untuk mengingat dan membagikan cerita kunjungan kepada pihak lain. Promosi dari mulut ke mulut menjadi saluran pemasaran yang efektif karena berangkat dari pengalaman nyata, bukan dari promosi komersial semata. Identitas lokal turut diperkuat melalui interaksi langsung antara pengunjung dan masyarakat.

Keterkaitan dengan Pembangunan Berkelanjutan

Aktivitas pariwisata di Green Island memiliki kaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan. Dampak ekonomi lokal terlihat dari keterlibatan nelayan, pelaku usaha kecil, serta pengelola wisata di sekitar Pantai Mustika. Kondisi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Keberadaan Green Island juga bergantung pada kelestarian ekosistem laut. Aktivitas wisata bahari menuntut pengelolaan yang memperhatikan kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Upaya menjaga kualitas perairan laut berkaitan dengan SDGs poin 14 tentang ekosistem laut. Selain itu, model pengelolaan berbasis masyarakat mendukung SDGs poin 11 mengenai komunitas berkelanjutan, karena warga lokal berperan aktif dalam pengembangan destinasi.

[BACA JUGA: Bangun Silaturahmi, Kembangkan Kreativitas Melalui Dinamis TLM]

Green Island Banyuwangi menunjukkan bahwa strategi pemasaran destinasi tidak selalu bergantung pada promosi berskala besar. Pengalaman wisata yang autentik, keterlibatan masyarakat, serta pengelolaan yang memperhatikan lingkungan menjadi faktor penting dalam membangun citra destinasi. Selama prinsip keberlanjutan dijaga secara konsisten, Green Island berpeluang berkembang sebagai destinasi bahari yang memberi manfaat bagi wisatawan dan masyarakat lokal.

***

Penulis: Hizkia Alfanofrian