Sudut Pandang Tenaga Medis Terhadap Teknologi PACS

VOKASI NEWS – Picture Archiving and Communication System (PACS) merupakan teknologi terbaru yang dapat mendistribusikan gambar radiologi beserta dengan hasil ekspertisi dokter radiologi.

Adapun contoh dari teknologi ini yaitu pada pemeriksaan X-ray konvensional, CT-Scan, MRI serta hasil gambar pemeriksaan radiologi lainnya kepada tenaga medis atau klinisi. Dengan begitu, sistem ini dapat menggeser gambar radiologi yang berbasis film. Tujuan utama di balik implementasi PACS adalah untuk memudahkan akses gambar radiologi di beberapa workstation secara bersamaan. Hal ini akan membantu dalam pengambilan keputusan diagnosa dan memberikan perawatan pasien dengan tepat (Alhajeri et al., 2017).

Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo merupakan salah satu instansi yang telah mengadopsi PACS semenjak tahun 2022. Dengan adanya PACS proses pelayanan dalam rumah sakit khususnya pada unit radiologi diharapkan mempercepat hasil pemeriksaan. Implementasi PACS sangat penting pada keberhasilan program, akan tetapi beberapa tenaga medis mungkin mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan sistem baru atau tidak mendapatkan pelatihan yang cukup dalam menggunakan teknologi tersebut. PACS yang terintegrasi dengan SIMRS diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan kesehatan. Dengan akses yang lebih cepat dan akurat, tenaga medis dapat memberikan diagnosis yang lebih baik dan mengurangi waktu tunggu pasien.

Alur kerja PACS. (Sumber, PACS RSI Siti Hajar Sidoarjo, 2025)

Sistem Kerja PACS dan Manfaatnya bagi Rumah Sakit

Sistem manajemen informasi rumah sakit (SIMRS) merupakan suatu sistem informasi yang memproses pengolahan data, pengumpulan data, dan penyajian informasi. Hal ini digunakan untuk pengembangan, operasional, dan pelayanan dalam rumah sakit (Elenia et al., 2021). PACS dapat memperoleh gambar dari setiap modalitas pencitraan radiologi melalui sistem yang sudah terhubung dan terkoneksi baik dengan SIMRS. Jaringan yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat dapat menggunakan LAN (Local Area Network) dataupun Wireless. Data yang direkam oleh PACS secara otomatis dapat berisikan nama, tanggal lahir, nomor registrasi hingga diagnosa awal dari dokter pengirim. Informasi yang telah tercatat pada SIMRS akan terekam oleh PACS sehingga dapat menghasilkan gambar radiologi dari setiap modalitas pencitraan. Persepsi tenaga medis terhadap penggunaan teknologi informasi, termasuk penggunaan PACS sangat penting untuk keberhasilan implementasi sistem tersebut dalam menyelesaikan tugas dan wewenangnya. 

Rasa nyaman dan puas dalam mengoperasikan suatu sistem membuat seseorang lebih produktif dalam menyelesaikan pekerjaannya. Adanya teknologi informasi PACS juga dapat memudahkan radiolog dalam melakukan hasil ekspertisi secara digital dan langsung melalui smartphone, tablet, maupaun laptop. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa PACS terbukti sangat membantu tenaga medis dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Sebagian besar tenaga medis menyatakan bahwa sistem tersebut mudah dipahami, mudah dipelajari, efektif dan efisien dalam penggunaanya. Selain itu, tentunya juga dapat meningkatkan produktifitas pekerjaan. Saat terjadi suatu masalah dalam pengoperasian sistem, PACS mampu memberikan informasi yang jelas dan rinci untuk penyelesaian kesalahan dalam pengoperasian sistem. Penempatan tiap informasi dalam sistem juga tersusun dengan rapi. Tampilan yang di sajikan serta fungsi-fungsi pada setiap fitur yang ditampilkan membuat tenaga medis merasa lebih nyaman dalam menggunakannya.

Tantangan Penerapan Sistem di Unit Kesehatan

Meskipun begitu, tantangan dalam menggunakan PACS selalu ada disetiap pengoperasian. Contohnya seperti beberapa tenaga medis yang menyatakan kurang menguasai sistem ini karena belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menggunakan sistem tersebut. Selain itu, beberapa tenaga medis juga menyatakan bahwa dibeberapa unit rumah sakit masih mengalami kesusahan dalam mengakses gambar PACS. Hal tersebut dinyatakan karena beberapa perangkat masih menggunakan jaringan wireless yang belum mempunyai kecepatan stabil seperti kabel LAN. Pada penelitian ini, disarankan tim manajemen rumah sakit, tim SIM IT, dan vendor PACS lebih aktif dalam memberikan program pelatihan PACS. Selain itu juga perlu menyelenggarakan dalam workshop atau seminar yang berfokus pada penggunaan aplikasi klinis. Selain itu, Perlu dilakukan peningkatan jaringan yang lebih memadai. Pengembangan jaringan diperlukan untuk peningkatan layanan medis, kecepatan penggunaan PACS juga mempengaruhi kinerja tenaga medis serta manajemen pelayanan rumah sakit.

Meskipun begitu, tantangan dalam menggunakan PACS selalu ada disetiap pengoperasian. Contohnya seperti beberapa tenaga medis yang menyatakan kurang menguasai sistem ini karena belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menggunakan sistem tersebut. Selain itu, beberapa tenaga medis juga menyatakan bahwa dibeberapa unit rumah sakit masih mengalami kesusahan dalam mengakses gambar PACS. Hal tersebut dinyatakan karena beberapa perangkat masih menggunakan jaringan wireless yang belum mempunyai kecepatan stabil seperti kabel LAN. Pada penelitian ini, disarankan tim manajemen rumah sakit, tim SIM IT, dan vendor PACS lebih aktif dalam memberikan program pelatihan PACS. Selain itu juga perlu menyelenggarakan dalam workshop atau seminar yang berfokus pada penggunaan aplikasi klinis. Selain itu, Perlu dilakukan peningkatan jaringan yang lebih memadai. Pengembangan jaringan diperlukan untuk peningkatan layanan medis, kecepatan penggunaan PACS juga mempengaruhi kinerja tenaga medis serta manajemen pelayanan rumah sakit.

BACA JUGA: [Menyeimbangkan Akademik dan Karier: Perjalanan Naila Nurshabrina di Dunia Modeling]

***

Penulis: Haiqal Fikri Al-Anshori

Pembimbing : Berliana Devianti Putri, Muhammad Rudiansyah

Editor: Puspa Anggun Pertiwi