Teknik Pembuatan Full Crown Estetik Berbahan Lithium Disilicate Gigi 21 Dengan Kasus Anterior Crossbite

Teknik Pembuatan Full Crown Estetik Berbahan Lithium Disilicate Gigi 21 Dengan Kasus Anterior Crossbite_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Ulasan teknik pembuatan full crown estetik berbahan lithium disilicate pada gigi anterior dengan kasus anterior crossbite.

Restorasi gigi anterior memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan fungsi dan estetika secara seimbang. Salah satu bahan restorasi yang banyak digunakan saat ini adalah lithium disilicate, khususnya pada kasus yang menuntut tampilan alami dan kekuatan material yang memadai. Penerapan bahan ini menjadi relevan pada kasus anterior crossbite, terutama pada gigi insisivus sentral rahang atas yang berperan penting dalam estetika senyum dan fungsi oklusi.

Lithium disilicate merupakan material restorasi all ceramic yang mengandung kristal Li₂Si₂O₅ dalam jumlah dominan. Struktur kristalin tersebut memberikan kombinasi antara kekuatan mekanis dan translusensi yang baik. Oleh karena itu, bahan ini umum digunakan untuk veneer, inlay, onlay, hingga mahkota penuh pada gigi anterior. Pada praktik klinis, lithium disilicate dinilai mampu menghasilkan restorasi yang stabil tanpa memerlukan lapisan porselen tambahan, sehingga risiko fraktur dapat diminimalkan.

Anterior Crossbite dan Pertimbangan Klinis

Anterior crossbite didefinisikan sebagai hubungan oklusi terbalik antara gigi anterior rahang atas dan rahang bawah. Kondisi ini terjadi ketika satu atau lebih gigi anterior maksila berada di posisi lingual terhadap gigi mandibula saat oklusi sentrik. Faktor penyebabnya meliputi ketidakseimbangan pertumbuhan rahang, kebiasaan oral pada masa anak-anak, serta faktor genetik.

Dari sisi klinis, anterior crossbite dapat memengaruhi fungsi pengunyahan, hubungan oklusal, dan penampilan wajah. Pada kasus tertentu, perawatan ortodontik tidak selalu menjadi pilihan utama karena keterbatasan kondisi pasien. Situasi tersebut mendorong penggunaan restorasi tetap dengan penyesuaian desain oklusi agar tetap harmonis dan fungsional.

Desain Restorasi Full Crown

Perencanaan desain full crown pada kasus ini mempertimbangkan kondisi overjet negatif sebesar –2 mm dan overbite 3 mm. Posisi gigi insisivus sentral rahang atas yang berada di belakang gigi anterior rahang bawah menjadi dasar keputusan untuk mempertahankan relasi crossbite. Pendekatan ini diambil untuk menghindari ketidakharmonisan oklusi dan kontak prematur.

Wax up coping dirancang tanpa sudut tajam dan disesuaikan dengan bentuk die hasil preparasi. Area servikal dibuat rapat untuk menjaga adaptasi tepi restorasi. Reduksi kontur labial dilakukan secara konservatif, sementara keseimbangan tepi insisal diperhatikan agar tidak mengganggu oklusi sentrik.

Tahapan Pembuatan Mahkota

Proses pembuatan diawali dengan penerimaan model rahang atas dan bawah dari dokter gigi, yang menunjukkan preparasi gigi 21 dengan kasus anterior crossbite. Dokter gigi menetapkan penggunaan bahan IPS E.max Press dengan warna A3 pada area servikal dan A2 pada bagian body-incisal.

[BACA JUGA: Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Nilon Termoplastik yang Estetik Dengan Kasus Gigi Berdesakan Anterior]

Tahapan selanjutnya meliputi duplikasi dan perapian model kerja, pembuatan die, serta pemasangan model pada artikulator. Proses dilanjutkan dengan ditching pada batas servikal, wax up coping setebal 0,5 mm, pemasangan sprue, dan investing menggunakan bahan phosphate bonded investment. Burn out dilakukan pada suhu tinggi, kemudian diikuti proses pressing menggunakan mesin programat.

Setelah divesting dan pembersihan, aplikasi dentin dan enamel dilakukan untuk membentuk karakter estetik restorasi. Tahap akhir meliputi pembentukan anatomi, pengepasan, serta glazing untuk memperoleh permukaan yang halus dan tampilan yang menyerupai gigi alami.

***

Penulis: Adinda Putri Febriani Hakim

Editor: Fatikah Rachmadianty