Validasi Kesesuaian Hasil Glukosa Darah Menggunakan POCT dan Clinical Chemistry Analyzer di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya Tahun 2025

VOKASI NEWS – Validasi Kesesuaian Hasil Glukosa Darah Menggunakan POCT dan Clinical Chemistry Analyzer di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya Tahun 2025. Pemeriksaan glukosa darah merupakan salah satu prosedur penting dalam diagnosis dan pemantauan diabetes melitus. Seiring perkembangan teknologi kesehatan, penggunaan Point of Care Testing (POCT) semakin meningkat. Hal ini karena POCT mampu memberikan hasil pemeriksaan secara cepat dan praktis.

Namun demikian, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan jaminan akurasi hasil. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melakukan kajian kesesuaian hasil pemeriksaan glukosa darah. Kajian dilakukan dengan membandingkan POCT dan Clinical Chemistry Analyzer.

Pentingnya Validasi Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah

Pertama, POCT banyak digunakan dalam pelayanan kesehatan karena hasilnya cepat dan mudah dioperasikan. Selain itu, alat ini mendukung efisiensi pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Meskipun demikian, terdapat perbedaan jenis spesimen dan prinsip pemeriksaan antara POCT dan Clinical Chemistry Analyzer. Perbedaan ini dapat memengaruhi hasil pemeriksaan menurut Kesuma dkk., 2021. Oleh karena itu, diperlukan validasi untuk mengetahui tingkat kesesuaian hasil kedua metode. Validasi ini penting agar hasil pemeriksaan dapat digunakan sebagai pendukung pelayanan kesehatan yang akurat.

Selanjutnya, penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Universitas Airlangga. Penelitian melibatkan 100 pasien yang menjalani pemeriksaan glukosa darah sewaktu. Berdasarkan karakteristik responden, sebanyak 67 persen adalah perempuan. Sementara itu, 33 persen adalah laki-laki. Selain itu, 36 persen responden memiliki kadar glukosa normal. Kemudian, 32 persen berada pada kategori pra-diabetes. Sisanya, 32 persen termasuk kategori diabetes. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar glukosa di atas batas normal.

Hasil Kesesuaian antara POCT dan Clinical Chemistry Analyzer

Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa POCT memiliki tingkat kesesuaian yang baik dengan Clinical Chemistry Analyzer. Metode ini digunakan sebagai rujukan laboratorium. Selain itu, nilai korelasi sebesar 0,949 menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Dengan demikian, hasil kedua metode cenderung sejalan satu sama lain. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa POCT mampu memberikan hasil yang mendekati metode laboratorium. Oleh karena itu, metode ini berpotensi digunakan sebagai pemeriksaan glukosa darah yang cepat dan praktis.

Meskipun terdapat perbedaan hasil antara kedua metode, tingkat kesesuaian masih berada dalam batas yang dapat diterima. Dengan demikian, metode pemeriksaan cepat ini tetap memiliki performa yang baik. Selain mendukung skrining, POCT juga dapat digunakan untuk pemantauan kadar glukosa darah pada pasien diabetes. Kecepatan pemeriksaan menjadi salah satu keunggulan utama dalam pelayanan kesehatan.

Manfaat POCT dalam Skrining Diabetes

Selain itu, POCT memberikan berbagai keuntungan dalam pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah hasil pemeriksaan yang cepat dan mudah digunakan. Oleh karena itu, metode ini berpotensi dimanfaatkan untuk skrining glukosa darah. Hal ini terutama pada fasilitas kesehatan yang membutuhkan hasil cepat. Namun demikian, Clinical Chemistry Analyzer tetap diperlukan sebagai metode rujukan. Hal ini untuk memastikan akurasi hasil pemeriksaan. Dengan demikian, pemanfaatan kedua metode secara tepat dapat meningkatkan efektivitas pemeriksaan glukosa darah.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa POCT memiliki tingkat kesesuaian yang baik dengan Clinical Chemistry Analyzer. Selain itu, metode ini mampu memberikan hasil dalam waktu singkat. Oleh karena itu, POCT berpotensi digunakan sebagai alat skrining maupun pemantauan glukosa darah. Namun demikian, pemeriksaan laboratorium tetap menjadi standar rujukan utama. Dengan demikian, POCT dapat menjadi alternatif pemeriksaan yang efektif tanpa mengesampingkan peran Clinical Chemistry Analyzer sebagai metode rujukan.

[BACA JUGA: Menelusuri Warisan Budaya Melaka melalui Student Outbound Fakultas Vokasi UNAIR 2026]

Penulis: Salsabila Rahmadina Auliya

Dosen Pembimbing: Aditea Etnawati Putri, dr., SpPK & Dr. Anita Kurniati, S.Si., M.Si.

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)