VOKASI NEWS – Fenomena walking tour berkembang pesat sebagai tren pariwisata perkotaan berbasis pengalaman. Konsep ini menghadirkan interaksi langsung dengan sejarah, budaya, dan ruang kota. Konsep ini selaras dengan pendekatan slow tourism. Pendekatan tersebut menekankan keterlibatan mendalam serta apresiasi terhadap identitas lokal.
Jejak Sejarah di Koridor Tunjungan
Jalan Tunjungan terletak di pusat Kota Surabaya dan sejak abad ke-20 dikenal sebagai koridor perdagangan serta ruang sosial penting. Kawasan ini ditetapkan sebagai situs cagar budaya berdasarkan SK Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998 dan diresmikan sebagai destinasi wisata “Tunjungan Romansa” pada 21 November 2021.
Gedung Siola, Hotel Majapahit, serta deretan bangunan kolonial menjadi bukti konkret nilai arsitektural dan historis kawasan tersebut. Peristiwa perobekan bendera di Hotel Oranje tahun 1945 memperkuat posisi Tunjungan sebagai ruang narasi perjuangan bangsa. Potensi inilah yang mendorong penyelenggaraan walking tour sejarah oleh PT Mari Kita Bersukaria melalui program Bersukaria Walk Surabaya bertema “Tunjungan Romansa”.
Kegiatan berlangsung dengan menyusuri titik-titik penting sambil menghadirkan storytelling berbasis riset sejarah lokal. Salah satu pemandu bernama Mozes (19/11/2025) menyampaikan, “Walking tour bertujuan bukan hanya jalan kaki, tetapi menghadirkan pengalaman memahami kota secara utuh melalui mengenalkan cerita sejarah dan ruang yang bernilai heritage.” Pernyataan tersebut menegaskan fungsi edukatif sekaligus interpretatif dalam praktik kepemanduan.
Standar HPI dan Tantangan Implementasi
Pengembangan walking tour tidak hanya memerlukan daya tarik destinasi, tetapi juga standar profesional yang jelas. Himpunan Pramuwisata Indonesia menetapkan pedoman mencakup persiapan, teknik komunikasi, keselamatan, pelayanan inklusif, serta penutupan tur.
Standar tersebut dirancang untuk menjamin kualitas layanan sekaligus menjaga citra destinasi. Penelitian menurut (Aditya, 2026) menunjukkan implementasi standar HPI pada walking tour di Jalan Tunjungan belum sepenuhnya optimal, khususnya pada aspek narasi terstruktur, manajemen kelompok pejalan kaki, serta pelayanan bagi peserta berkebutuhan khusus. Kondisi ruang publik yang dinamis menuntut pemandu memiliki kompetensi komunikasi, mitigasi risiko, dan penguasaan materi sejarah secara akurat.
Ketua DPC HPI Surabaya Agustina Setiarini (27/1/2026) menegaskan bahwa pemandu wajib menjaga akurasi informasi sebaik mungkin dan etika profesi agar wisata menjadi bermakna sehingga diharapkan tamu atau wisatawan walking tour dapat diceritakan ke teman, kerabat, dan lain-lain. Profesionalisme menjadi kunci agar pengalaman wisata tetap edukatif, aman, dan bertanggung jawab sehingga dengan pemenuhan ekspetasi wisatawan dapat tertarik untuk berkunjung kembali ke Surabaya.
Mengapa Standar Dibutuhkan?
Walking tour berlangsung di ruang terbuka dengan lalu lintas padat, interaksi sosial beragam, dan mobilitas tinggi. Tanpa standar operasional yang jelas, potensi risiko keselamatan dan distorsi narasi dapat terjadi. Oleh sebab itu, penerapan standar HPI menjadi fondasi penting dalam pengembangan produk wisata berbasis heritage.
Implementasi standar kepemanduan berkontribusi pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, pelestarian nilai sejarah, serta penguatan identitas Surabaya sebagai kota berbasis wisata sejarah. Kolaborasi antara penyelenggara tur, pemerintah kota, dan organisasi profesi menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program.
Walking tour di Jalan Tunjungan tidak sekadar tren, melainkan instrumen edukasi publik yang mampu menghidupkan kembali memori kolektif kota. Dengan standar profesional yang konsisten, setiap langkah di koridor Tunjungan dapat menjadi perjalanan bermakna yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan pariwisata Surabaya.
[BACA JUGA: Sudut Pandang Tenaga Medis Terhadap Teknologi PACS]
Penulis: Muhammad Alief Aditya
Dosen Pembimbing 1: Upik Dyah Eka Noviyanti
Dosen Pembimbing 2: Sri Endah Nurhidayati
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



