VOKASI NEWS – Kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antar kampus dengan melakukan kolaborasi positif. Program ini melibatkan mahasiswa dari Universitas 19 Agustus 1945 Surabaya. Kegiatan kerja bakti ini membersihkan sungai yang tercemar oleh sampah rumah tangga dan limbah sekitar.
Kegiatan dilaksanakan pada pagi hari agar kondisi lingkungan masih segar. Waktu ini juga mendukung produktivitas kerja mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, terutama pada sungai sebagai sumber irigasi sawah dan ladang.
Aksi Bersih Sungai di Tengah Permukiman
Kegiatan dilaksanakan di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Wilayah ini merupakan kawasan permukiman padat penduduk yang dilalui aliran sungai. Kondisinya cukup memprihatinkan dan penuh sampah. Mahasiswa bergotong royong mengangkat sampah plastik, dedaunan, kayu, ranting pohon yang roboh, serta limbah lain yang menyumbat aliran sungai. Untuk menjaga keselamatan dan kebersihan, pengumpulan sampah dilakukan menggunakan trash bag besar dan sarung tangan.
Sinergi Mahasiswa UNAIR dan UNTAG Surabaya untuk Lingkungan
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan. Kolaborasi yang sinergi antar mahasiswa UNAIR dan UNTAG Surabaya, diharapkan dapat menumbuhkan rasa gotong royong dan kerja sama untuk keberlanjutan. Hal ini juga menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga sosial dan lingkungan.
“Kolaborasi antar mahasiswa dari beberapa kampus termasuk UNAIR dengan UNTAG Surabaya ini membuat suasana lebih semangat, membangun kebersamaan dan menjalin silaturahmi,” ujar salah satu mahasiswa BBK 7.
Ancaman Sampah dan Pentingnya Kesadaran akan Kebersihan
Kegiatan kerja bakti ini dilakukan sebagai respon terhadap permasalahan lingkungan yang semakin meningkat akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dengan baik. Sungai yang kotor dapat menyebabkan berbagai masalah seperti banjir, pencemaran air, dan gangguan kesehatan bagi warga sekitar.
Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan positif yang dapat berkelanjutan. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam
mengaplikasi ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.
Dampak Positif dan Harapan Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memahami arti kerja sama dan kepedulian sosial secara langsung. Kegiatan ini berjalan dengan penuh semangat dan kebersamaan, kegiatan ini menciptakan kondisi lingkungan yang lebih segar, bersih, dan aliran air kembali lancar.
Keberhasilan ini diharapkan dapat dijaga melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten oleh
masyarakat. Dengan demikian, kegiatan kerja bakti ini menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan hidup.
[BACA JUGA: Chatbot Sebagai Inovasi Pelayanan Pelanggan di Era Digital]
Penulis: Nur A’ini
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



