Orang Tua Sering Jatuh? Segera Ketahui Keseimbangan Tubuh Untuk Pencegahan Risiko Jatuh

VOKASI NEWS – Bertambahnya usia sering membawa perubahan pada kondisi tubuh lansia. Kekuatan otot mulai menurun, penglihatan tidak lagi setajam dulu, dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh ikut berkurang. Kondisi tersebut membuat lansia lebih mudah terjatuh saat berjalan, berdiri, ataupun melakukan aktivitas sehari-hari.

Masalah jatuh pada lansia bukan hal sepele. Cedera akibat jatuh dapat mengganggu aktivitas, menurunkan rasa percaya diri, bahkan menyebabkan lansia kehilangan kemandirian. Data penelitian menunjukkan kejadian jatuh pada lansia di Indonesia masih cukup tinggi dan sebagian lansia mengalami jatuh berulang.

Fenomena tersebut menjadi perhatian dalam penelitian yang dilakukan di Komunitas Lansia RW 01 Donowati, Kelurahan Sukomanunggal, Surabaya. Penelitian berlangsung pada 8 Januari hingga 13 Februari 2026 dengan melibatkan 45 lansia berusia 60–79 tahun. Pemeriksaan dilakukan menggunakan Tinetti Gait and Balance Test untuk melihat kemampuan keseimbangan tubuh serta Modified-Indonesian Fall Risk Assessment Tool untuk mengukur risiko jatuh.

Penurunan Fungsi Tubuh pada Lansia

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan fungsi pada sistem otot, saraf, penglihatan, dan pendengaran. Penurunan tersebut memengaruhi kemampuan tubuh dalam mempertahankan posisi tetap stabil ketika berdiri maupun berjalan.

Gangguan keseimbangan juga dipengaruhi beberapa faktor lain, seperti kekuatan otot kaki, kemampuan penglihatan, fungsi kognitif, hingga kondisi psikologis. Lansia yang memiliki gangguan pada faktor-faktor tersebut cenderung lebih mudah kehilangan keseimbangan saat bergerak.

Selain menyebabkan cedera fisik, jatuh juga dapat memunculkan rasa takut untuk beraktivitas. Banyak lansia akhirnya membatasi gerakan karena khawatir kembali terjatuh. Kondisi tersebut justru membuat otot semakin lemah dan keseimbangan tubuh semakin menurun.

Hasil Penelitian Keseimbangan Lansia

Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subjek berada pada kelompok lansia muda usia 60–69 tahun dengan persentase 62,2%. Selain itu, mayoritas subjek berjenis kelamin perempuan sebesar 75,6%.

Penelitian juga menemukan adanya hubungan signifikan antara keseimbangan tubuh dan risiko jatuh pada lansia. Uji statistik menggunakan metode Chi-Square memperoleh nilai p = 0,001 dengan kekuatan korelasi sebesar 0,882. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara penurunan keseimbangan tubuh dengan meningkatnya risiko jatuh pada lansia.

Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya pemeriksaan keseimbangan secara rutin pada kelompok lansia di masyarakat. Pemeriksaan sederhana dapat membantu mendeteksi gangguan keseimbangan lebih dini sehingga risiko jatuh dapat dicegah sebelum menimbulkan komplikasi serius.

Upaya Pencegahan Risiko Jatuh

Risiko jatuh pada lansia dapat dikurangi melalui beberapa langkah sederhana. Latihan keseimbangan dan penguatan otot secara rutin terbukti membantu menjaga stabilitas tubuh. Aktivitas seperti senam lansia, jalan kaki ringan, dan latihan peregangan dapat menjadi pilihan yang aman dilakukan secara bertahap.

Lingkungan rumah juga perlu diperhatikan. Lantai licin, pencahayaan kurang baik, dan barang yang menghalangi jalan dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Penggunaan alas kaki yang nyaman dan tidak licin juga penting untuk menjaga keamanan saat berjalan.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap diperlukan, terutama pemeriksaan penglihatan, pendengaran, dan kekuatan otot. Dukungan keluarga serta lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membantu lansia tetap aktif, sehat, dan mandiri.

“Keseimbangan tubuh yang baik mampu membantu lansia menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan mandiri”

[BACA JUGA: Solusi Praktis Atasi Postur Kepala Maju]

Penulis: Bellinda Cahya Maulidya

Pembimbing :  dr. Rwahita Satyawati, sp.KFR-K dan Ahmad Riyono, S.Tr.Fis., M.Si

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)