VOKASI NEWS – Magang menjadi salah satu kesempatan berharga bagi mahasiswa keperawatan untuk mengenal dunia pelayanan kesehatan secara langsung. Melalui kegiatan ini, berbagai teori yang telah dipelajari selama perkuliahan dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu pengalaman menarik diperoleh saat mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Pucuk, Lamongan. Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Prolanis Lebih dari Sekadar Pemeriksaan
Kegiatan dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB diawali dengan pendaftaran dilanjut dengan kegiatan senam lansia. Sejumlah 30 peserta yang hadir tampak antusias mengikuti gerakan yang dipandu instruktur. Suasana hangat dan penuh semangat terlihat selama kegiatan berlangsung.
Setelah senam selesai, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk memantau kondisi kesehatan peserta.
Edukasi sebagai Kunci Pencegahan Komplikasi
Sesi edukasi menjadi bagian tak kalah penting dalam kegiatan prolanis. Materi yang disampaikan adalah manfaat nasi dingin dan nasi panas bagi penderita penyakit diabetes militus.
Penyampaikan edukasi sangat interaktif sehingga peserta dapat mendiskusikan mengenai masalah kesehatan yang dialami sehari-hari. Berbagai pertanyaan muncul terutama pada porsi makan dan camilan yang boleh dimakan para penderita diabetes melitus.
Salah satu tenaga kesehatan yaitu Dr. Sri Wiji Lestari menjelaskan keberhasilan mengontrol diabetes militus tidak hanya bergantung pada obat-obatan. Kepatuhan dalam menjalankan pola hidup yang sehat dan kontrol kesehatan rutin sama pentingnya dalam menjaga kondisi tubuh.
Pembelajaran dari Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Pada akhir kegiatan, peserta menerima obat sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan yang dialami. Pemberian ini dilakukan untuk membatu peserta tetap dalam kondisi kesehatan stabil.
Kegiatan prolanis menunjukkan gambaran nyata pentingnya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan pendampingan secara rutin dilakukan setiap satu bulan sekali menjadi bagian upaya dalam meningkatkan kualitas hidup peserta. Kegiatan ini memerlukan kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan masyarakat. Dampak kegiatan ini yaitu masyarakat memperoleh kesempatan untuk memantau kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit kronis.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 3 yaitu mengenai Good Health and Well-Being. Berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
[BACA JUGA: Penggunaan Obat Padat yang Tepat Dimulai dari Pemahaman yang Benar Pentingnya Pemahaman Obat]
Penulis: Lovita Prajna Paramita Nugroho
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



