VOKASI NEWS – Sabtu pagi, 2 Mei 2026, suasana di Rumah Dinas TNI-AL Wonosari Blok C.61, Kecamatan Kenjeran, Kelurahan Bulak Banteng, Kota Surabaya tampak lebih ramai dari biasanya. Sebanyak 30 ibu rumah tangga mengikuti kegiatan edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.
Kegiatan ini mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu penggunaan sediaan obat setengah padat. Meski sering digunakan di rumah, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara salep, krim, gel, pasta, linimentum, sapo (sabun obat), maupun emplastum. Akibatnya, tidak sedikit yang memilih obat hanya berdasarkan kebiasaan atau rekomendasi orang lain tanpa mengetahui kesesuaiannya dengan kondisi yang dialami.
Peran Penting Ibu dalam Kesehatan Keluarga
Ibu rumah tangga dipilih sebagai sasaran utama kegiatan karena memiliki peran penting dalam pengelolaan kesehatan keluarga. Mulai dari menentukan obat saat anak sakit hingga memberikan pertolongan pertama pada keluhan ringan, peran ibu sangat penting. Keputusan yang diambil dapat memengaruhi kesehatan seluruh anggota keluarga.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa setiap sediaan obat memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Salep lebih cocok digunakan pada kulit yang sangat kering karena mampu mempertahankan kelembapan, sedangkan gel memberikan sensasi dingin dan lebih sesuai digunakan pada kulit berminyak atau area yang berambut. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis sediaan lain seperti pasta, krim, linimentum, sapo, dan emplastum beserta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi dengan Media yang Inovatif dan Berkelanjutan
Untuk mendukung penyampaian materi, tim mahasiswa menghadirkan papan penggolongan obat sebagai media visual yang memudahkan peserta memahami perbedaan setiap sediaan. Selain itu, peserta juga mendapatkan akses ke e-magazine yang dapat dibuka melalui pemindaian QR code.
Pemanfaatan media digital ini dilakukan agar informasi yang telah diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Peserta dapat kembali membaca materi kapan saja melalui telepon genggam mereka, bahkan membagikannya kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami ingin edukasi ini tidak berhenti setelah acara selesai,” ujar salah satu anggota tim edukasi. “Dengan e-magazine yang dapat diakses melalui QR code, ibu-ibu bisa membaca kembali materi yang telah diberikan kapan saja.”
Diskusi Interaktif yang Meningkatkan Pemahaman Peserta
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai sediaan obat setengah padat. Setelah pemaparan materi selesai, suasana semakin hidup ketika sesi diskusi dan tanya jawab dimulai. Untuk mengukur pemahaman peserta, pemateri memberikan sebuah studi kasus sederhana.
“Seorang anak mengalami kulit kering hingga pecah-pecah. Menurut ibu-ibu, sebaiknya menggunakan gel, krim, pasta, atau salep?” Tanpa ragu, sebagian besar peserta menjawab salep. Jawaban tersebut tepat karena salep memiliki sifat oklusif yang mampu menjaga kelembapan kulit lebih lama. Oleh karena itu, salep cocok digunakan pada kondisi kulit yang sangat kering dan pecah-pecah.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika salah seorang ibu mengajukan pertanyaan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau habis terkena luka bakar, sebaiknya menggunakan salep atau krim?” tanya salah satu peserta. Menanggapi pertanyaan tersebut, pemateri menjelaskan bahwa pemilihan sediaan harus disesuaikan dengan kondisi luka.
Pada luka bakar ringan, krim umumnya lebih sering direkomendasikan karena teksturnya lebih ringan dan mudah diaplikasikan. Selain itu, krim membantu menjaga kelembapan area luka tanpa memberikan efek oklusif yang berlebihan. Beberapa krim tertentu juga mengandung zat aktif yang membantu mencegah infeksi.
Sementara itu, penggunaan salep perlu disesuaikan dengan kondisi luka dan rekomendasi tenaga kesehatan. Diskusi yang berlangsung hangat menunjukkan bahwa peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga berusaha menghubungkan materi dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Terbukti Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat
Sebelum penyampaian materi, seluruh peserta mengerjakan pretest untuk mengukur pengetahuan awal mereka mengenai sediaan obat setengah padat. Setelah kegiatan berakhir, peserta kembali mengerjakan post-test dengan materi yang serupa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai posttest peserta lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test. Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggunaan obat sediaan setengah padat yang tepat dan rasional.
Keaktifan peserta selama diskusi juga menjadi gambaran bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Berbagai pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya rasa ingin tahu peserta dalam memahami penggunaan obat yang benar dan aman bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. “Kami berharap ibu-ibu dapat menjadi sumber informasi kesehatan yang tepat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar salah satu anggota tim edukasi.
Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini sangat sederhana namun penting yaitu, kenali obat yang ada di rumah sebelum menggunakannya. Salep, krim, gel, maupun bentuk sediaan lainnya mungkin tampak serupa, tetapi masing-masing memiliki fungsi dan cara penggunaan yang berbeda. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat menggunakan obat secara lebih aman, efektif, dan bertanggung jawab demi kesehatan keluarga yang lebih baik.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Airlangga dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan di lingkungan rumah tangga.
[BACA JUGA: Vokspreneur Mentoring 1: Bedah Konsep Bersama Mentor: Menguji Model Bisnis Lewat Sudut Pandang Pasar]
Penulis: Aila Nazuroh
Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhallah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep. M. B.
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



