VOKASI NEWS – Mahasiswa Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat bahan alam di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya ibu-ibu dan lansia, mengenai jenis serta keamanan penggunaan obat herbal yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada tiga penggolongan utama obat bahan alam, yaitu jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Ketiga kategori tersebut memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang berbeda, mulai dari penggunaan berbasis pengalaman hingga yang telah melalui uji klinis.
Meningkatkan Literasi Kesehatan tentang Obat Herbal
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai penggolongan obat bahan alam, cara penggunaan yang tepat, serta potensi risiko apabila digunakan secara tidak rasional. Selain itu, materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan mendasar antara jamu, OHT, dan fitofarmaka. Kondisi tersebut terlihat dari hasil pre-test yang menunjukkan bahwa sebagian peserta belum mampu membedakan ketiga jenis obat bahan alam tersebut dengan tepat.
Namun demikian, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah kegiatan edukasi berlangsung. Peserta menjadi lebih memahami perbedaan setiap jenis obat bahan alam, baik dari segi definisi, tingkat keamanan, maupun dasar ilmiah yang mendukung penggunaannya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga didukung dengan media edukasi berupa papan obat dan leaflet. Melalui media visual tersebut, informasi dapat disampaikan dengan lebih jelas sehingga membantu peserta memahami materi yang diberikan.
Antusiasme Peserta dalam Sesi Diskusi
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan obat herbal yang selama ini dikonsumsi.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dan komunikatif. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman terkait penggunaan obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai penggolongan obat herbal.
“Saya tadi awalnya belum tahu kalau obat herbal itu banyak macamnya. Saya kira obat herbal hanya jamu saja. Sekarang saya jadi mengetahui bahwa ternyata ada beberapa jenis obat herbal,” ujarnya.
Pelayanan Kesehatan Tambahan bagi Masyarakat
Selain edukasi kesehatan, mahasiswa juga memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan setelah seluruh rangkaian edukasi selesai dilaksanakan.
Layanan tersebut bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai obat herbal, tetapi juga mendapatkan pemantauan kesehatan sederhana.
Mendorong Penggunaan Obat Herbal yang Rasional
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat bahan alam. Selain itu, peserta juga diharapkan mampu membedakan produk herbal yang aman, legal, dan memiliki dasar ilmiah yang jelas.
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Oleh karena itu, pengetahuan yang telah diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta pola penggunaan obat yang lebih rasional, aman, dan bertanggung jawab.
[BACA JUGA: Pentingnya Memahami Penggolongan Obat Berdasarkan Indikasi Klinis]
Penulis : Safirah Anggraini Shevputri
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



