Kenali Golongannya, Pahami Aturannya: Langkah Bijak Menggunakan Obat

VOKASI NEWS – Kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat dilaksanakan pada 23 April 2026 di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Gg XI No. 14, Desa Singorejo RT 01 RW 04. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu, mengenai jenis-jenis obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga. Media yang digunakan berupa poster edukatif yang memuat informasi mengenai berbagai golongan obat berdasarkan indikasi klinis. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu karena mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga serta sering menjadi pihak yang menentukan penggunaan obat di rumah.

Edukasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi, manfaat, dan penggunaan obat yang sesuai sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa penggolongan obat bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengenali fungsi obat berdasarkan penyakit atau kondisi yang ditangani.

Pengenalan Golongan Obat dalam Kehidupan Sehari-hari

Materi pertama membahas analgesik non-narkotika, yaitu obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang tanpa menimbulkan ketergantungan. Contoh obat yang termasuk dalam kelompok ini adalah paracetamol dan ibuprofen yang sering digunakan untuk mengatasi sakit kepala maupun nyeri otot. Selanjutnya dijelaskan mengenai analgesik narkotika yang digunakan untuk mengatasi nyeri berat dan penggunaannya harus berdasarkan resep serta pengawasan tenaga kesehatan. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai antipiretik yang berfungsi menurunkan suhu tubuh saat demam.

Selain itu, dijelaskan pula kelompok sedatif dan hipnotika yang digunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur serta memberikan efek menenangkan pada pasien tertentu. Materi berikutnya membahas antihistamin yang berfungsi mengurangi gejala alergi seperti gatal, bersin, dan hidung berair. Pada sesi selanjutnya, peserta dikenalkan dengan kortikosteroid yang digunakan untuk mengurangi peradangan pada berbagai kondisi medis.

Edukasi juga mencakup antitusif yang berfungsi menekan refleks batuk. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan ekspektoran yang membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan. Edukasi juga mencakup antitusif yang berfungsi menekan refleks batuk serta ekspektoran yang membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan. Selain itu, dijelaskan mengenai bronkodilator yang digunakan untuk membantu melegakan saluran napas pada penderita asma atau gangguan pernapasan lainnya.

Kelompok antibiotik dan antimikroba juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini karena sering digunakan masyarakat. Peserta diberikan pemahaman bahwa antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan tidak boleh digunakan sembarangan tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai obat antijamur, antivirus, dan antiparasit yang digunakan untuk mengatasi infeksi sesuai dengan penyebabnya.

Selain itu, peserta memperoleh informasi mengenai antasida yang berfungsi membantu mengurangi gejala akibat peningkatan asam lambung. Materi lainnya membahas diuretika yang membantu meningkatkan pengeluaran cairan tubuh melalui urine. Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai obat hormonal dan antagonis yang berperan dalam mengatur keseimbangan hormon tertentu.

Penggunaan Obat yang Tepat dan Rasional

Pada akhir kegiatan, peserta juga diperkenalkan dengan obat antikanker dan kemoterapi yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker pada pasien tertentu. Penyampaian materi dilakukan melalui penjelasan langsung, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami informasi dengan lebih mudah.

Antusiasme ibu-ibu terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai penggunaan obat yang sering ditemukan di rumah. Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan ibu-ibu di Desa Singorejo dapat lebih memahami penggolongan obat dan mengetahui fungsi masing-masing obat. Selain itu, peserta diharapkan mampu menggunakan obat secara bijak, aman, dan sesuai anjuran tenaga kesehatan demi menjaga kesehatan diri sendiri maupun keluarga.

[BACA JUGA: Membangun Literasi Obat melalui Edukasi Remaja]

Penulis: Siti Muberokah

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)