VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan edukasi sediaan obat cair kepada ibu rumah tangga di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat cair yang tepat, aman, dan rasional.
Sebanyak sembilan ibu rumah tangga mengikuti kegiatan tersebut. Sasaran ini dipilih karena ibu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Selain itu, ibu juga sering menjadi pihak yang menentukan penggunaan obat ketika anggota keluarga mengalami keluhan kesehatan ringan.
Pengetahuan Peserta Sebelum Edukasi Masih Rendah
Sebelum penyampaian materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai sediaan obat cair. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata peserta sebesar 38,9.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian peserta masih belum memahami penggunaan obat cair secara tepat. Misalnya, beberapa peserta belum mengetahui cara penyimpanan obat yang benar. Selain itu, masih terdapat peserta yang belum memahami perbedaan berbagai jenis sediaan obat cair.
Oleh karena itu, edukasi sediaan obat cair diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, penggunaan obat di lingkungan keluarga diharapkan menjadi lebih aman.
Edukasi Sediaan Obat Cair dengan Media Interaktif
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menggunakan berbagai media edukasi. Selain memberikan penyuluhan secara langsung, mahasiswa juga membagikan leaflet dan menggunakan papan obat sebagai media pembelajaran.
Media tersebut membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah. Di samping itu, penggunaan media visual membuat suasana edukasi menjadi lebih menarik dan interaktif.
Materi yang disampaikan meliputi berbagai jenis sediaan obat cair, seperti sirup, suspensi, emulsi, dan eliksir. Selanjutnya, peserta memperoleh penjelasan mengenai cara penggunaan obat yang benar. Peserta juga diajak memahami pentingnya mengocok suspensi sebelum digunakan serta menggunakan alat takar yang sesuai.
Tidak hanya itu, mahasiswa menjelaskan cara penyimpanan obat yang aman. Dengan demikian, kualitas obat dapat tetap terjaga hingga masa penggunaannya berakhir.
Nilai Post-Test Mengalami Peningkatan
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi akhir. Hasil post-test menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat menjadi 65,6.
Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 26,7 poin dibandingkan hasil pre-test. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi sediaan obat cair mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggunaan obat yang tepat.
Selain mengalami peningkatan nilai, peserta juga terlihat aktif selama sesi diskusi. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, proses pembelajaran berlangsung lebih komunikatif dan efektif.
Mendorong Penggunaan Obat yang Aman dan Rasional
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan masih menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Terlebih lagi, penggunaan media edukasi yang menarik dapat membantu peserta memahami informasi dengan lebih mudah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Namun, mahasiswa juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.
Pada akhirnya, edukasi sediaan obat cair diharapkan dapat membantu masyarakat menggunakan obat secara lebih tepat. Selain itu, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kesehatan keluarga dan masyarakat.
[BACA JUGA : Kenali Obat Sebelum Mengonsumsinya: Meningkatkan Literasi Kesehatan dari Lingkungan Keluarga]
Penulis : Syafira Nabilah Putri
Editor : Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



