VOKASI NEWS – Kualitas tidur mahasiswa menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, termasuk tekanan darah. Kesibukan akademik, aktivitas organisasi, hingga penggunaan gawai pada malam hari sering kali membuat mahasiswa mengurangi waktu istirahat. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan berpotensi memengaruhi kesehatan kardiovaskular.
Penelitian yang dilakukan pada mahasiswa aktif Program Studi Fisioterapi Universitas Airlangga bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas tidur mahasiswa dan tekanan darah. Penelitian tersebut menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 49 responden. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital.
Pentingnya Kualitas Tidur bagi Kesehatan
Tidur merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu tidur, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan seseorang untuk tertidur dengan mudah dan mempertahankan tidur tanpa gangguan.
Selain itu, tidur yang berkualitas membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun. Sebaliknya, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kelelahan, menurunkan konsentrasi, serta mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi regulasi hormon dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah berpotensi meningkat.
Kualitas Tidur Mahasiswa dan Tekanan Darah
Pada kelompok mahasiswa, kualitas tidur sering dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya, jadwal perkuliahan yang padat, tugas akademik, kegiatan organisasi, serta kebiasaan menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur.
Selain itu, tekanan akademik yang tinggi juga dapat memicu stres dan mengganggu pola istirahat. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, kualitas tidur dapat menurun secara signifikan.
Penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur mahasiswa dan tekanan darah. Hubungan tersebut ditemukan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik. Namun, pengaruh yang lebih kuat terlihat pada tekanan darah sistolik.
Temuan Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kualitas tidur yang buruk cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dengan kualitas tidur yang baik.
Temuan ini menjadi perhatian penting karena peningkatan tekanan darah tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut. Sebaliknya, kondisi tersebut juga dapat ditemukan pada usia muda akibat faktor gaya hidup, termasuk pola tidur yang kurang sehat.
Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah sejak dini.
Pentingnya Menjaga Kualitas Tidur
Peningkatan kesadaran mengenai pentingnya tidur yang berkualitas perlu dilakukan sejak masa perkuliahan. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan produktivitas belajar.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain tidur selama 7–9 jam setiap malam, menjaga konsistensi waktu tidur, serta membatasi penggunaan gawai sebelum tidur. Selain itu, pengelolaan stres yang baik juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Melalui kebiasaan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mempertahankan kualitas tidur mahasiswa dan tekanan darah dalam kondisi yang lebih baik. Dengan demikian, risiko gangguan kesehatan kardiovaskular dapat diminimalkan sejak usia muda.
Penulis: najwa aprilia assegaf
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)


