VOKASI NEWS – Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan masyarakat Indonesia. Guna menekan angka kesalahan penggunaan obat (medication error) di lingkungan keluarga, Kelompok 1 Kelas 2D Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar kegiatan pengabdian masyarakat. Acara penyuluhan kesehatan ini diselenggarakan secara tatap muka di Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Kegiatan edukasi yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 ini menyasar ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai audiens utama. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada peran krusial seorang ibu sebagai pengelola kesehatan utama di dalam rumah tangga. Melalui program ini, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memilah obat berdasarkan tujuan terapi medis atau indikasi klinis dapat ditingkatkan secara signifikan.
Inovasi Media Belajar Lewat Papan Obat
Proses penyampaian materi dalam penyuluhan ini dirancang secara interaktif dan dua arah. Tim mahasiswa menggunakan kombinasi media informasi tertulis berupa leaflet sederhana serta media visual interaktif yang dinamakan Papan Obat. Melalui Papan Obat tersebut, para peserta dapat melihat langsung contoh visual penggolongan obat, mulai dari obat otonom, analgetik, kortikosteroid, hingga obat kemoterapi.
”Edukasi dengan media visual seperti ini sangat membantu masyarakat awam dalam memahami fungsi obat secara nyata. Sehingga masyarakat tidak lagi sekedar ikut-ikutan atau menggunakan obat tanpa indikasi yang jelas,” ujar Dr. Susilo Harianto, S. Kep., Ns., M. Kep., selaku dosen pengampu mata kuliah Farmakologi Praktikum yang turut mengawasi jalannya kegiatan.
Mengukur Peningkatan Pengetahuan Peserta
Untuk menilai efektivitas dari kegiatan sosialisasi ini, panitia menerapkan metode evaluasi terstruktur melalui instrumen kuesioner. Sebanyak 57 butir pertanyaan yang mencakup seluruh golongan obat diujikan kepada peserta melalui sesi pre-test sebelum pemaparan materi dan post-test di akhir acara. Perbandingan nilai dari kedua tes tersebut dianalisis secara deskriptif untuk melihat dinamika peningkatan pengetahuan para ibu PKK.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diakhiri dengan sesi diskusi, tanya jawab, pembagian doorprize, serta dokumentasi bersama. Melalui program edukasi d yang sistematis ini, kesadaran warga terhadap penggunaan obat yang aman, tepat dosis, dan rasional diharapkan semakin meningkat. Hal tersebut dapat membantu meminimalkan risiko kesehatan di masa mendatang.
[BACA JUGA: Memahami Obat Sesuai Sistem Tubuh]
Penulis: Aini Merry Luichawati
Pembimbing: Dr. Susilo Harianto, S. Kep., Ns., M. Kep.
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



