Implementasi Kompetensi Mahasiswa TLM melalui PKL di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

VOKASI NEWS – Sepuluh mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medik atau TLM VOKASI UNAIR telah menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan atau PKL di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Selama tiga bulan, para mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung di salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia.

Kegiatan PKL tersebut dilaksanakan melalui rotasi di tiga instalasi laboratorium utama, yaitu Patologi Klinik, Patologi Anatomi, dan Mikrobiologi. Melalui rotasi tersebut, mahasiswa dapat mengenal secara langsung alur kerja laboratorium rumah sakit rujukan, mulai dari penerimaan spesimen hingga pelaporan hasil pemeriksaan.

PKL ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, pengalaman tersebut memberikan pemahaman mendalam mengenai peran laboratorium dalam mendukung diagnosis, terapi, hingga pengambilan keputusan klinis bagi pasien.

Tiga Bulan Menyelami Dunia Laboratorium Rumah Sakit Rujukan

Program PKL berlangsung selama dua belas minggu dengan pembagian rotasi yang terstruktur. Mahasiswa menjalani dua bulan rotasi di Instalasi Patologi Klinik, dua minggu di Instalasi Patologi Anatomi, dan dua minggu di Instalasi Mikrobiologi.

Selama periode tersebut, mahasiswa berkesempatan mempelajari berbagai jenis pemeriksaan laboratorium. Mereka juga mengenal teknologi diagnostik terkini serta memahami standar kerja yang diterapkan di rumah sakit pendidikan dan rujukan tingkat lanjut.

Setiap instalasi memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Mahasiswa mempelajari pemeriksaan rutin dengan volume sampel tinggi, analisis molekuler berteknologi canggih, pemeriksaan jaringan untuk diagnosis penyakit, hingga identifikasi mikroorganisme penyebab infeksi yang memerlukan standar biosafety tinggi.

Patologi Klinik: Pusat Rujukan Nasional Pemeriksaan HLA

Sebagai instalasi dengan waktu rotasi terpanjang, Patologi Klinik memberikan pengalaman belajar yang sangat luas bagi mahasiswa. Instalasi ini terdiri atas beberapa divisi, yaitu Sampling, CITO dan Pre-Analitik, Hematologi, Kimia Darah, Urinalisis-Parasit dan Cairan Tubuh, Imunoserologi, serta Biologi Molekuler.

Melalui rotasi di setiap divisi, mahasiswa mempelajari alur pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh. Proses tersebut dimulai dari penerimaan spesimen, tahap analisis, hingga pelaporan hasil pemeriksaan. Tingginya jumlah sampel yang diperiksa setiap hari memberikan gambaran nyata mengenai peran laboratorium dalam menunjang pelayanan rumah sakit rujukan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan diperoleh di Divisi Biologi Molekuler. Divisi ini menangani berbagai pemeriksaan berbasis teknologi molekuler, termasuk Human Leukocyte Antigen atau HLA. Pemeriksaan HLA berperan penting dalam proses transplantasi organ dan pencocokan jaringan sehingga membutuhkan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

RSUD Dr. Saiful Anwar Malang merupakan pusat rujukan nasional untuk pemeriksaan transplantasi ginjal. Pemeriksaan tersebut meliputi HLA Typing, HLA Matching, dan HLA Antibody. Kehadiran layanan unggulan ini membuat RSSA menerima spesimen rujukan dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi mahasiswa, kesempatan mempelajari pemeriksaan HLA secara langsung menjadi pengalaman berharga. Mereka dapat melihat bagaimana teknologi diagnostik molekuler berkontribusi terhadap keberhasilan terapi pasien, khususnya pada layanan transplantasi.

Patologi Anatomi: Menelusuri Diagnosis Melalui Jaringan dan Sel

Rotasi berikutnya dilaksanakan di Instalasi Patologi Anatomi. Instalasi ini memiliki peran penting dalam penegakan diagnosis berbagai penyakit, terutama keganasan dan penyakit autoimun.

Instalasi Patologi Anatomi terdiri atas beberapa divisi, yaitu Grossing, Histopatologi, Sitologi, Asistensi Fine Needle Aspiration Biopsy atau FNAB, Imunohistokimia, dan Histokimia. Setiap divisi memberikan pengalaman yang berbeda dalam memahami perjalanan spesimen hingga menghasilkan diagnosis.

Selama berada di instalasi ini, mahasiswa mengikuti berbagai tahapan pemeriksaan. Tahapan tersebut meliputi proses grossing atau deskripsi jaringan, pembuatan preparat histopatologi, pemeriksaan sitologi, hingga asistensi tindakan FNAB.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman menyeluruh mengenai perjalanan spesimen dari meja penerimaan hingga menjadi hasil diagnosis. Hasil tersebut kemudian digunakan oleh klinisi dalam menentukan penatalaksanaan pasien.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian utama adalah penggunaan teknik Imunofluoresensi atau IF pada Divisi Imunohistokimia. Metode ini memungkinkan deteksi autoantibodi secara langsung pada jaringan pasien. Teknik tersebut berperan penting dalam membantu diagnosis berbagai penyakit autoimun dengan tingkat akurasi tinggi.

Bagi mahasiswa, melihat preparat yang menunjukkan fluoresensi di bawah mikroskop menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Konsep yang sebelumnya dipelajari melalui buku dan perkuliahan dapat diamati secara langsung dalam praktik laboratorium sehari-hari.

Mikrobiologi: Laboratorium Rujukan Nasional Kultur Mycobacterium tuberculosis

Dua minggu terakhir PKL dilaksanakan di Instalasi Mikrobiologi. Instalasi ini menjadi salah satu laboratorium unggulan RSSA karena memiliki fasilitas Biosafety Level atau BSL untuk pemeriksaan Tuberkulosis atau TB.

Laboratorium Mikrobiologi RSSA juga berperan sebagai laboratorium rujukan nasional untuk kultur Mycobacterium tuberculosis atau MTB. Peran tersebut membuat laboratorium ini menerapkan standar biosafety dan quality control yang sangat ketat.

Di instalasi ini, pemeriksaan dan identifikasi mikroorganisme dibagi ke dalam beberapa bench berdasarkan jenis spesimen yang diterima. Sistem tersebut memungkinkan proses kultur dan identifikasi dilakukan secara lebih spesifik sesuai karakteristik masing-masing sampel.

Selain itu, terdapat bench khusus jamur yang menangani seluruh pemeriksaan mikologi dari berbagai jenis spesimen yang masuk ke laboratorium. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari proses kultur, identifikasi mikroorganisme, interpretasi hasil pemeriksaan, hingga pengendalian mutu laboratorium.

Selain aspek teknis, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya penerapan biosafety dan biosecurity dalam menangani spesimen infeksius. Hal ini menjadi sangat penting, terutama pada pemeriksaan Tuberkulosis yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Pengalaman bekerja di laboratorium rujukan nasional memberikan gambaran nyata mengenai peran strategis laboratorium mikrobiologi. Peran tersebut mencakup dukungan terhadap diagnosis penyakit infeksi, pemantauan resistensi mikroba, serta pengendalian Tuberkulosis yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.

Bekal Profesional bagi Mahasiswa TLM

Berakhirnya tiga bulan PKL di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menandai selesainya salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa TLM VOKASI UNAIR. Namun, pengalaman yang diperoleh jauh melampaui capaian akademik semata.

Keberagaman divisi laboratorium, kompleksitas kasus yang ditangani, serta penggunaan teknologi diagnostik modern memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh di ruang kelas. Mahasiswa juga dapat menyaksikan secara langsung bagaimana koordinasi antarprofesi kesehatan, kedisiplinan kerja, serta penerapan standar operasional yang ketat menjadi fondasi pelayanan kesehatan berkualitas.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis laboratorium. Mereka juga memahami nilai profesionalisme, tanggung jawab, ketelitian, dan keselamatan kerja yang akan menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja.

Sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat rujukan kesehatan, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menunjukkan peran strategisnya. Rumah sakit ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga turut mencetak generasi tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan ilmu laboratorium medik di masa depan.

[BACA JUGA: Tingkatkan Literasi Obat, Mahasiswa Vokasi Unair Edukasi Ibu PKK soal Sediaan Obat Khusus]

Penulis: Azizatul Nazwa Salsabilla

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)