VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Edukasi Sediaan Obat sebagai bagian dari proyek Mata Kuliah Farmakologi. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring tersebut berlangsung pada 9 Mei 2026 di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.
Kegiatan Edukasi Sediaan Obat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan sediaan obat padat yang tepat dan aman. Edukasi diberikan untuk meminimalisir berbagai kesalahan dalam penggunaan obat. Kesalahan tersebut meliputi cara konsumsi yang tidak sesuai, penyimpanan yang kurang tepat, serta ketidaktahuan mengenai efek samping obat. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi interaksi obat yang masih sering ditemukan dalam praktik sehari-hari (Kementerian Kesehatan RI, 2020).
Latar Belakang Kegiatan & Materi Edukasi
Kegiatan ini berangkat dari kenyataan bahwa obat merupakan salah satu kebutuhan yang sangat dekat dengan masyarakat. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih kesulitan membedakan jenis sediaan obat maupun memahami aturan penggunaannya. Padahal, penggunaan obat yang kurang tepat dapat memengaruhi efektivitas terapi bahkan meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa memperkenalkan berbagai bentuk sediaan obat padat yang sering dijumpai. Bentuk sediaan yang diperkenalkan meliputi tablet, kapsul, serbuk, pil, granul, kaplet, hingga lozenges, pastiles, suppositoria, dan ovula. Selain menjelaskan karakteristik masing-masing sediaan obat, tim juga memberikan informasi mengenai cara penggunaan yang tepat. Edukasi turut mencakup tata cara penyimpanan obat yang benar serta berbagai hal yang perlu diperhatikan agar obat tetap aman dan efektif digunakan.
Sasaran & Media Edukasi
Kegiatan Edukasi Sediaan Obat Padat ini menyasar kepada masyarakat umum yang terdiri dari Ibu-ibu PKK, Lansia, dan Anak Remaja. Hal ini dilakukan agar pengetahuan terkait Sediaan Obat Padat dapat diserap oleh masyarakat yang memiliki kendali pada kehidupan sehari-hari di dalam rumah. Masyarakat tersebut kemudian dapat mengedukasi kembali anggota keluarganya. Serta masyarakat rentan yang seringkali mengonsumsi obat-obat tertentu, terlebih lagi Sediaan Obat Padat. Diharapkan setelah edukasi ini masyarakat lebih bijak dan teliti dalam penggunaan sediaan obat padat.
Agar materi lebih mudah dipahami, penyampaian edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif yang dipadukan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa juga memanfaatkan berbagai media edukasi seperti brosur, papan informasi obat, dan majalah digital yang dapat diakses peserta secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Pendekatan ini membuat suasana edukasi lebih hidup dan mendorong peserta untuk aktif berbagi pengalaman terkait penggunaan obat di rumah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan obat yang sering mereka konsumsi sehari-hari. Pertanyaan yang diajukan mulai dari aturan minum obat hingga cara penyimpanan yang benar. Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi tim mahasiswa untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman yang masih sering ditemui di masyarakat terkait penggunaan obat secara mandiri.
Harapan Pasca Edukasi
Ketua pelaksana kegiatan, Reynaldi Octavian Susanto, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan. Edukasi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan obat. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai bentuk dan cara penggunaan obat merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi UNAIR berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang telah diperoleh mahasiswa di bangku kuliah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga berkesempatan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
[BACA JUGA: Pentingnya Keterbukaan Riwayat Kesehatan dalam Keamanan Farmakoterapi Pasien]
Penulis: Kelompok 1 Farmakologi Kelas GR-2C
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



