VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat kepada 35 ibu PKK di RT 01/RW 06 Pakal Nagan Baru, Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional.
Sebelum penyampaian materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai penggolongan obat. Hasil pengukuran tersebut menjadi dasar untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum menerima edukasi.
Mengenal Berbagai Golongan Obat
Tim mahasiswa menyampaikan materi tentang obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, Obat Wajib Apotek (OWA), serta psikotropika dan narkotika. Materi disampaikan secara interaktif dengan memanfaatkan media edukasi berupa selebaran dan papan obat yang memuat berbagai contoh obat berdasarkan golongannya.
Selain menjelaskan klasifikasi obat, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai aturan penggunaan obat yang benar. Materi mencakup manfaat dan risiko penggunaan obat, kemungkinan efek samping, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat.
Peserta juga diperkenalkan secara langsung dengan berbagai contoh obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut membantu peserta memahami perbedaan setiap golongan obat dengan lebih mudah.
Antusiasme Peserta dalam Sesi Edukasi
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab mengenai penggunaan obat sehari-hari.
Berbagai pertanyaan diajukan terkait perbedaan antar golongan obat, aturan penggunaan yang tepat, serta risiko yang dapat muncul apabila obat digunakan tidak sesuai ketentuan. Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Penggolongan Obat
Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti post-test setelah seluruh materi selesai disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan.
Rata-rata nilai peserta meningkat dari 48 pada pre-test menjadi 88 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 40 poin. Peningkatan terjadi pada seluruh materi yang diberikan, mulai dari obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, OWA, hingga psikotropika dan narkotika.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung masih menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan obat secara aman, tepat, dan bertanggung jawab.
[BACA JUGA: Mahasiswa Pengobat Tradisional UNAIR Optimalkan Kesehatan Warga Mojokerto Lewat Terapi Akupunktur dan Herbal]
Penulis: Melly Syifa Antika
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



