VOKASI NEWS – Pergeseran pola hidup pada era modern memicu peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat. Beberapa di antaranya adalah asam urat dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas jika tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, Departemen Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa D-IV Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat nasional. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan preventif dan promotif.
Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada pengobatan kuratif.
Pelaksanaan Program SEHATI di Mojokerto
Kegiatan dilaksanakan di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Lokasi ini dipilih karena masih memiliki keterbatasan akses informasi terkait manajemen kesehatan alami mandiri.
Selain itu, wilayah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan pengobatan berbasis kearifan lokal. Oleh sebab itu, program SEHATI “Sentuhan Herbal dan Terapi Akupunktur” diperkenalkan kepada masyarakat.
Program ini bertujuan mengenalkan pengobatan tradisional yang aman dan efektif. Selain itu, pendekatan ini juga menekankan pemanfaatan potensi lokal dalam menjaga kesehatan.
Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Akupresur
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan warga. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah dan kadar asam urat. Dengan demikian, kondisi kesehatan awal masyarakat dapat diketahui secara langsung.
Selanjutnya, warga mengikuti sesi edukasi interaktif mengenai akupresur. Materi disampaikan oleh dr. Ario Imandiri, Sp.Ak. Beliau memberikan penjelasan mengenai titik-titik stimulasi tubuh secara medis.
Beberapa titik yang diperkenalkan antara lain Baihui di puncak kepala. Titik ini berfungsi untuk menenangkan sistem saraf. Selain itu, terdapat titik Taiyang di pelipis yang membantu meredakan sakit kepala akibat tekanan darah tinggi.
Warga juga diperkenalkan pada titik Zusanli di bawah lutut bagian luar. Titik ini membantu meningkatkan sirkulasi tubuh. Selain itu, terdapat titik Guanyuan di bawah pusar yang berperan dalam regulasi energi tubuh.
Stimulasi titik akupunktur tersebut membantu memperlancar sirkulasi darah. Selain itu, metode ini juga mendukung pengeluaran zat sisa asam urat dari tubuh. Oleh karena itu, terapi ini dianggap bermanfaat bagi penderita PTM.
Antusiasme Warga dan Terapi Akupunktur Gratis
Warga Desa Kutogirang menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak pertanyaan diajukan dalam sesi diskusi. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap terapi komplementer.
Selain edukasi, warga juga mendapatkan layanan terapi akupunktur gratis. Terapi ini dilakukan oleh tenaga terapis yang terampil dan berpengalaman. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung.
Respon positif terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam mengikuti layanan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Jamu Herbal
Selanjutnya, sesi kegiatan difokuskan pada pemanfaatan tanaman obat keluarga (Asmantoga). Materi disampaikan oleh Dr. Iif Hanifa Nurrosyidah, S.Farm., Apt., M.Farm. Beliau menjelaskan berbagai manfaat tanaman herbal dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, warga juga diajak berdiskusi mengenai keluhan kesehatan yang mereka alami. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami pemanfaatan herbal secara lebih tepat.
Kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan jamu siap konsumsi. Demonstrasi ini memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat. Oleh karena itu, peserta dapat mengaplikasikan ilmu tersebut secara mandiri di rumah.
Dampak dan Kesimpulan Kegiatan
Melalui integrasi terapi akupunktur dan pemanfaatan herbal, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit.
Program SEHATI menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa Universitas Airlangga. Kegiatan ini mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif melalui pemanfaatan pengobatan tradisional yang aman dan berbasis ilmiah.
[BACA JUGA : Ibu-ibu PKK Dibekali Pengetahuan Penggolongan Obat]
Penulis : Lharissa Widyadhari Adryanthie
Pembimbing: Anestasia Pangestu Mei Tyas
Editor : Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



