VOKASI NEWS – Kesalahan dalam penggunaan obat masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di masyarakat. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai jenis obat, cara memperoleh obat, serta aturan penggunaannya. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi penggolongan obat di Desa Tanjungsari, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional dalam lingkungan keluarga. Selain itu, edukasi juga diharapkan dapat mengurangi risiko penggunaan obat yang tidak tepat di masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Sebanyak 22 peserta dari kelompok PKK Desa Tanjungsari mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum materi diberikan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta.
Selanjutnya, peserta menerima materi edukasi secara interaktif. Metode yang digunakan meliputi presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Selain itu, media pembelajaran berupa papan obat dan leaflet digunakan untuk mempermudah pemahaman peserta.
Materi Penggolongan Obat dan Penggunaannya
Materi yang disampaikan mencakup pengertian obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek (OWA), obat keras, obat narkotika, dan psikotropika. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai logo pada kemasan obat.
Logo tersebut penting untuk membantu masyarakat mengenali jenis obat dengan benar. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai cara memperoleh obat yang sesuai aturan. Dengan demikian, risiko penggunaan obat yang tidak tepat dapat diminimalkan.
Peserta juga mendapatkan informasi mengenai risiko penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, edukasi mencakup cara penyimpanan obat yang benar. Penyimpanan yang tepat penting untuk menjaga kualitas, keamanan, dan efektivitas obat selama masa penggunaan.
Antusiasme Peserta dan Hasil Evaluasi
Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan komunikatif. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi berlangsung. Selain itu, banyak pertanyaan diajukan terkait penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan tersebut terutama berkaitan dengan perbedaan obat bebas dan obat resep dokter. Dengan demikian, terlihat adanya peningkatan perhatian masyarakat terhadap penggunaan obat yang benar.
Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan post-test. Post-test dilakukan untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah edukasi diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan.
Rata-rata nilai pre-test peserta adalah 63,55. Sementara itu, rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 82,38. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta.
Pentingnya Literasi Obat dalam Keluarga
Ibu memiliki peran penting dalam pengelolaan kesehatan keluarga. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penggolongan obat menjadi hal yang sangat penting. Pengetahuan yang baik dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat.
Selain itu, literasi obat yang baik juga dapat mencegah penyalahgunaan obat di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang aman dan tepat.
Dengan demikian, peningkatan literasi kesehatan secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung kualitas kesehatan keluarga yang lebih baik.
[BACA JUGA : Praktikum K3 Mahasiswa Pengobat Tradisional di Pos Pemadam Kebakaran Menur]
Penulis : Velicia Eugene Marjorie Sirait
Pembimbing: Susilo Harianto
Editor : Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



