Praktikum K3 Mahasiswa Pengobat Tradisional di Pos Pemadam Kebakaran Menur

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi Pengobat Tradisional semester 4 mengikuti praktikum K3 di Pos Pemadam Kebakaran Menur, Surabaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026. Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari mata kuliah KGD dan K3.

Praktikum K3 bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai keselamatan kerja. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran. Oleh karena itu, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung.

Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh petugas pemadam kebakaran. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal saat menghadapi situasi darurat.

Pada sesi materi, petugas menjelaskan pengertian kebakaran. Selain itu, petugas juga memaparkan berbagai faktor yang dapat menyebabkan kebakaran. Materi tersebut menjadi dasar penting dalam memahami risiko yang dapat muncul di lingkungan kerja.

Peserta juga mempelajari langkah pencegahan kebakaran. Selanjutnya, petugas menjelaskan cara melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa diharapkan lebih memahami pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.

Pengenalan Metode Pemadaman Api

Setelah sesi materi, petugas memperkenalkan berbagai metode pemadaman api. Metode yang diperkenalkan terdiri atas cara tradisional dan modern. Kedua metode tersebut dijelaskan secara rinci kepada peserta.

Pada metode tradisional, api dipadamkan menggunakan karung atau kain basah. Alat tersebut digunakan untuk menutup sumber api. Dengan cara ini, api dapat dipadamkan sebelum menyebar lebih luas.

Sementara itu, metode modern menggunakan Alat Pemadam Api Ringan atau APAR. Mahasiswa juga dikenalkan pada berbagai jenis APAR. Jenis APAR dibedakan berdasarkan ukuran dan bahan pemadam yang digunakan.

Selain mengenal jenis APAR, peserta mempelajari fungsi masing-masing alat. Setiap jenis APAR memiliki fungsi yang berbeda. Oleh sebab itu, pemilihan alat harus disesuaikan dengan jenis kebakaran yang terjadi.

Petugas kemudian menjelaskan prosedur penggunaan APAR yang benar. Penjelasan tersebut dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, peserta dapat memahami cara penggunaan APAR dengan aman.

Peserta terlihat antusias selama kegiatan berlangsung. Selain itu, peserta juga memperhatikan setiap penjelasan yang diberikan. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi keadaan darurat.

Praktik Pemadaman dan Penutupan Kegiatan

Setelah sesi teori selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemadaman api. Pada sesi ini, mahasiswa bergantian memadamkan api. Praktik dilakukan menggunakan tong pembakaran yang telah disiapkan petugas.

Beberapa peserta menggunakan karung basah untuk memadamkan api. Sementara itu, peserta lainnya menggunakan APAR jenis powder. Melalui praktik tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman secara langsung.

Kegiatan praktik bertujuan melatih keterampilan peserta. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi kebakaran sederhana. Oleh karena itu, praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran K3.

Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi foto bersama. Foto dilakukan di depan kantor pemadam kebakaran. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, petugas pemadam kebakaran, dosen pendamping, dan armada pemadam kebakaran.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar. Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan ini juga memberikan pengalaman yang bermanfaat. Dengan demikian, kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja diharapkan semakin meningkat.

[BACA JUGA : Edukasi Bahaya Suntikan Ilegal Tingkatkan Kesadaran Generasi Muda]

Penulis : Anindhita Rahmi Sasanti

Editor : Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)