Belajar Aman Menggunakan Obat Cair Bersama Lansia Desa Gumeno

Belajar Aman Menggunakan Obat Cair Bersama Lansia Desa Gumeno

VOKASI NEWS – Lansia sering bergantung pada obat untuk menjaga kualitas hidup, terutama saat menghadapi penyakit kronis yang membutuhkan terapi rutin. Dalam kondisi ini, sediaan obat cair menjadi pilihan yang banyak digunakan karena lebih mudah diminum dan relatif praktis. Namun, kemudahan tersebut tetap menyimpan risiko bila aturan pakai, takaran, dan cara penyimpanan tidak dipahami dengan benar. Kesalahan kecil pada obat cair dapat berdampak besar bagi keamanan terapi, terutama pada usia lanjut yang rentan terhadap efek samping dan ketidaktepatan dosis.

Pentingnya Pemahaman Obat Cair

Pemahaman mengenai obat cair tidak cukup berhenti pada nama sediaan atau fungsi umum. Lansia perlu mengetahui perbedaan sirup, suspensi, emulsi, eliksir, serta obat tetes agar penggunaan sesuai dengan petunjuk kemasan dan anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, batas waktu penggunaan setelah kemasan dibuka juga perlu diperhatikan karena obat cair dapat mengalami perubahan mutu. Faktor suhu, kebersihan wadah, dan cara penyimpanan ikut menentukan keamanan obat selama digunakan di rumah.

Penyuluhan kesehatan menjadi langkah penting untuk menjembatani kebutuhan informasi tersebut. Edukasi yang sederhana, jelas, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membantu lansia memahami obat tanpa merasa terbebani istilah medis. Hal ini sejalan dengan pesan Apt. Nur Yuliasih yang menegaskan, “Pemahaman yang baik terkait obat-obatan yang dikonsumsi oleh para lansia agar keamanan dan efektivitas penggunaan obat tetap terjaga.” Kutipan tersebut menegaskan bahwa pengetahuan bukan pelengkap, melainkan bagian utama dari terapi yang aman.

Edukasi di Desa Gumeno

Pada Sabtu, 9 Mei 2026, Program Studi D-III Keperawatan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan tentang sediaan obat cair bagi lansia di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini berlangsung di RT 13 RW 05 dan diikuti sekitar sepuluh peserta lansia dengan suasana santai, akrab, dan interaktif. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat lanjut usia mengenai jenis obat cair, cara penggunaan yang benar, serta pentingnya penyimpanan yang aman.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pemaparan materi menggunakan banner obat sebagai media utama. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah diterima peserta. Leaflet juga dibagikan sebagai bahan bacaan yang dapat dipelajari kembali di rumah. Materi yang diberikan mencakup pengenalan sediaan obat cair sehari-hari, fungsi masing-masing sediaan, cara membaca petunjuk pada kemasan, serta cara menghindari kesalahan dosis.

Kuis, Kuesioner, dan Antusiasme Peserta

Sesi berikutnya dirancang agar peserta tetap aktif dan tidak mudah jenuh. Kuis berhadiah menjadi bagian yang paling menarik karena menumbuhkan semangat lansia untuk mengingat kembali materi yang telah dijelaskan. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan cara penggunaan obat setelah kemasan dibuka, perbedaan beberapa jenis obat cair, serta alasan penyimpanan yang tepat. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar memperoleh hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi.

Kegiatan juga dilengkapi dengan pengisian kuesioner tingkat pemahaman untuk menilai sejauh mana materi dipahami setelah edukasi berlangsung. Lembar kuesioner membantu melihat peningkatan pengetahuan peserta secara lebih terarah dan menjadi dasar evaluasi kegiatan. Melalui metode tersebut, penyuluhan tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga menghasilkan gambaran nyata tentang pemahaman peserta. Dokumentasi bersama kemudian dilakukan sebagai penutup, sekaligus mengabadikan momen kebersamaan antara mahasiswa dan warga.

Salah satu peserta menyampaikan kesan positif, “Ternyata obat cair itu macamnya banyak dan cara penggunaannya juga berbeda-beda. Saya baru tahu kalau penyimpanan obat juga harus diperhatikan supaya kualitasnya tetap baik.”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa edukasi sederhana mampu membuka wawasan baru bagi lansia. Kegiatan seperti ini juga memperkuat kedekatan antara dunia akademik dan masyarakat, terutama dalam upaya membangun kebiasaan penggunaan obat yang aman. Bagi lansia, pengetahuan yang tepat dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat dan mendukung keberhasilan terapi harian.

Dampak bagi Masyarakat

Edukasi sediaan obat cair di Desa Gumeno menjadi contoh kegiatan promotif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pemaparan materi, kuis berhadiah, kuesioner pemahaman, dan dokumentasi bersama, kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang hangat sekaligus bermanfaat. Peran mahasiswa keperawatan dalam kegiatan ini menunjukkan kontribusi nyata pendidikan vokasi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, lansia diharapkan mampu menggunakan obat cair secara lebih tepat, aman, dan bertanggung jawab.

[BACA JUGA: Edukasi Penggolongan dan Penyimpanan Obat untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat]

Penulis: Shafiyyah Nitisara

Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)