VOKASI NEWS – Penggunaan obat yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan berbagai bentuk sediaan obat padat serta cara penggunaannya. Kurangnya pengetahuan tersebut dapat menyebabkan kesalahan dalam penggunaan obat. Akibatnya, manfaat terapi tidak dapat diperoleh secara optimal.
Oleh karena itu, edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu menggunakan obat dengan benar, aman, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan penyuluhan mengenai pengenalan sediaan obat padat di Balai Amerta, Perumahan Graha Bunder Amerta RT 04 RW 18, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik promosi kesehatan di bawah bimbingan Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B. Penyuluhan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas anggota PKK dan warga sekitar. Selain itu, seluruh anggota Kelompok 1 Kelas 2B Praktikum turut berperan dalam setiap tahapan kegiatan. Mereka terlibat mulai dari perencanaan, penyusunan media edukasi, pelaksanaan penyuluhan, pendampingan peserta selama diskusi, hingga evaluasi kegiatan.
Edukasi Mengenai Sediaan Obat Padat
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai sediaan obat padat. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi mengenai berbagai jenis sediaan obat padat, seperti tablet, kapsul, granul, serbuk, suppositoria, dan tablet effervescent. Mahasiswa juga menjelaskan karakteristik serta cara penggunaan setiap jenis sediaan obat tersebut.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif. Oleh karena itu, peserta dapat bertanya dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi diskusi selesai, peserta mengerjakan post-test untuk mengevaluasi pemahaman mereka. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan minyak goreng kepada seluruh peserta yang hadir.
Media Edukasi Mendukung Proses Pembelajaran
Untuk mempermudah penyampaian materi, kelompok menggunakan media edukasi berupa leaflet dan papan obat. Leaflet berisi ringkasan materi mengenai berbagai jenis sediaan obat padat. Dengan demikian, peserta dapat membawa pulang dan membaca kembali materi tersebut. Sementara itu, papan obat menampilkan contoh berbagai bentuk sediaan obat sehingga peserta lebih mudah mengenali perbedaan setiap jenis obat.
Penggunaan kedua media tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Selain itu, media edukasi membantu peserta memahami karakteristik setiap bentuk sediaan obat padat yang diperkenalkan selama penyuluhan.
Hasil Edukasi Meningkatkan Pemahaman Peserta
Peserta penyuluhan berasal dari anggota PKK dengan latar belakang pekerjaan yang beragam. Peserta terdiri atas ibu rumah tangga, tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat, serta profesi lainnya. Keberagaman tersebut membuat sesi diskusi berlangsung aktif. Peserta saling berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 66,25 meningkat menjadi 82,5 pada post-test. Dengan demikian, penyuluhan yang didukung media leaflet dan papan obat terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai jenis sediaan obat padat, karakteristiknya, serta cara penggunaannya.
Manfaat Penyuluhan bagi Masyarakat dan Mahasiswa
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Di samping itu, kegiatan ini membantu mahasiswa melatih kemampuan komunikasi serta meningkatkan keterampilan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat mampu menggunakan obat secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan serupa juga diharapkan terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan. telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menggunakan obat secara lebih tepat, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan serupa juga diharapkan terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.
[BACA JUGA: GKB Adolescents Learn Structured Emergency Communication]
Penulis: Mayliya Rosa
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



