VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Nanda Rizki Nurkholifah, meneliti solusi untuk mengatasi gangguan citra pada pemeriksaan CT Scan pasien dengan implan ortopedi. Pemeriksaan CT Scan pada pasien dengan implan ortopedi sering menghadapi tantangan berupa munculnya metal artifact, seperti beam hardening dan streak artifact. Artefak tersebut menyebabkan struktur anatomi di sekitar implan menjadi sulit dievaluasi sehingga dapat menurunkan kualitas citra dan memengaruhi ketepatan diagnosis.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengevaluasi kombinasi Orthopedic Metal Artifact Reduction (O-MAR) dan algoritma rekonstruksi iDose. Kombinasi ini dievaluasi dalam meningkatkan kualitas citra CT Scan. O-MAR berfungsi mengurangi artefak akibat logam, sedangkan iDose membantu menekan noise tanpa menghilangkan detail anatomi yang penting untuk penegakan diagnosis.
Evaluasi Kuantitatif Kualitas Citra: SNR, CNR, dan ERS
Evaluasi kuantitatif dilakukan menggunakan parameter Signal-to-Noise Ratio (SNR), Contrast-to-Noise Ratio (CNR), dan Edge Rise Slope (ERS). Pengukuran dilakukan pada tiga bahan implan ortopedi, yaitu Cobalt-Chromium, Stainless Steel, dan Titanium Alloy. SNR menilai dominasi sinyal terhadap noise, CNR membedakan kontras antarjaringan, sedangkan ERS menunjukkan ketajaman batas struktur. Ketiga parameter tersebut memberikan gambaran objektif mengenai kualitas citra hasil rekonstruksi O-MAR dan iDose. Hasil pengukuran digunakan untuk menentukan level iDose yang paling optimal pada setiap jenis material implan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi O-MAR dan iDose meningkatkan kualitas citra CT Scan pada seluruh material implan. Cobalt-Chromium menghasilkan kualitas citra terbaik pada iDose Level 4 karena menghasilkan artefak logam paling tinggi. Stainless Steel mencapai hasil optimal pada iDose Level 3, sedangkan Titanium Alloy pada iDose Level 2. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan level iDose perlu disesuaikan dengan karakteristik material implan. Penyesuaian tersebut membantu memperoleh kualitas citra yang optimal untuk mendukung ketepatan diagnosis.
Evaluasi Kualitatif Kualitas Citra (Visualisasi Klinis)
Selain evaluasi kuantitatif, penelitian ini juga melakukan penilaian kualitatif menggunakan skala Likert 0–3 oleh tiga dokter spesialis radiologi. Penilaian difokuskan pada kejelasan struktur anatomi serta kemampuan O-MAR dan iDose mereduksi beam hardening dan streak artifact. Kualitas visual terbaik diperoleh pada iDose Level 3 untuk Cobalt-Chromium dan Titanium Alloy. Stainless Steel menunjukkan kualitas visual terbaik pada iDose Level 2. Uji Fleiss’ Kappa menghasilkan nilai overall 0,358 (fair agreement), yang menunjukkan kesesuaian penilaian antar-observer.
Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi O-MAR dan iDose meningkatkan kualitas citra CT Scan pada pasien dengan implan ortopedi. Level rekonstruksi optimal berbeda pada setiap material, yaitu Level 4 untuk Cobalt-Chromium, Level 3 untuk Stainless Steel, dan Level 2 untuk Titanium Alloy. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa karakteristik material memengaruhi efektivitas algoritma rekonstruksi. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam menentukan level iDose sesuai jenis implan. Penerapan tersebut diharapkan mendukung kualitas citra yang lebih baik dan meningkatkan ketepatan diagnosis.
[BACA JUGA: Mengetuk Puluhan Pintu Demi Data Kesehatan Pasien Diabetes]
Penulis: Nanda Rizki Nurkholifah
Pembimbing: Amillia Kartika Sari, Falentina Syivasari
Editor: Nadya Tika (Tim Branding Vokasi)



