VOKASI NEWS – Persaingan konten digital yang semakin ketat menuntut setiap pelaku usaha untuk menghadirkan strategi komunikasi pemasaran yang lebih terstruktur. Hal ini terutama diperlukan untuk memanfaatkan algoritma For You Page (FYP) TikTok secara lebih optimal. Kondisi ini turut dihadapi oleh 168Part, sebuah usaha penyedia sparepart handphone dan tools servis yang berkedudukan di Surabaya.
Sebelum diterapkannya strategi konten yang terencana, performa akun TikTok resmi @168Part tercatat belum optimal. Pada unggahan tanggal 11 Februari 2026, video yang dipublikasikan hanya memperoleh 473 tayangan, dengan capaian 15 suka, 1 komentar, dan 2 kali dibagikan. Pada unggahan berikutnya di bulan Maret 2026, jumlah tayangan meningkat menjadi 1.271. Namun, jumlah komentar dan aktivitas berbagi justru mengalami penurunan hingga mencapai angka nol. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa konten yang diproduksi belum mampu membangun keterlibatan audiens secara memadai sehingga sulit menjangkau distribusi organik melalui FYP.
168Part merupakan usaha yang telah berdiri sejak tahun 2005. Usaha ini bergerak di bidang penyediaan sparepart handphone serta peralatan teknis untuk kebutuhan reparasi perangkat mobile. Perusahaan ini menyediakan dua lini produk utama, yaitu sparepart handphone seperti layar, baterai, dan konektor, serta tools teknisi seperti solder station, hot air rework station, dan multimeter. Filosofi nama “168” merujuk pada istilah Tionghoa “Yi Lu Fa” yang bermakna satu jalan menuju kesuksesan. Makna tersebut dijadikan sebagai landasan nilai dalam menjalankan operasional bisnis. Saat ini, 168Part telah memiliki jaringan cabang di beberapa wilayah di Jawa Timur serta Bali.
Strategi AIDA untuk Meningkatkan Performa Konten
Guna mengatasi permasalahan performa konten yang belum optimal, 168Part menerapkan metode AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Metode tersebut digunakan dalam proses produksi konten video edukasi produk.
Tahap Attention diimplementasikan melalui pengambilan gambar top-down shot yang disusun secara estetis. Tahap ini juga didukung oleh kalimat pembuka yang dirancang untuk menarik perhatian audiens dalam hitungan detik pertama. Interest dibangun melalui narasi storytelling yang mengangkat permasalahan aktual yang umum dihadapi oleh teknisi handphone. Desire dihadirkan melalui demonstrasi langsung pemasangan produk disertai pengambilan gambar close-up pada detail fitur unggulan. Adapun tahap Action ditutup dengan ajakan bertindak (call to action) yang eksplisit. Ajakan tersebut mengarahkan audiens untuk melakukan pembelian melalui profil resmi 168Part.
Produk yang dijadikan objek konten adalah UFi UFS PROG, yaitu alat bantu perbaikan komponen IC dan UFS. Pada saat itu, produk tersebut cukup diminati oleh kalangan teknisi, tetapi belum banyak dikenal secara luas. Untuk mengatasi kesenjangan pemahaman audiens terhadap produk tersebut, disusun naskah voice over yang menggunakan istilah teknis yang familier di kalangan teknisi. Istilah tersebut antara lain IC UFS, BGA 256, dan transfer data. Selain itu, keterbatasan peralatan produksi yang hanya menggunakan satu sudut pengambilan gambar diatasi melalui optimalisasi gerakan tangan talent guna memperkaya visualisasi produk.
Hasil Implementasi yang Signifikan
Hasil implementasi menunjukkan capaian yang signifikan. Video yang diunggah pada tanggal 2 April 2026 berhasil memperoleh 10.838 tayangan organik, jauh melampaui rata-rata performa unggahan sebelumnya. Sebesar 83,6 persen sumber lalu lintas video berasal dari FYP, yang mengindikasikan bahwa struktur konten berbasis metode AIDA dinilai relevan oleh sistem algoritma TikTok.
Tingkat interaksi turut mengalami peningkatan dengan capaian 169 suka, 25 komentar, 36 kali disimpan, dan 17 kali dibagikan. Konten tersebut juga berhasil memperoleh 19 pengikut baru dari total 10.100 penonton. Sebanyak 92 persen dari total penonton tersebut bukan merupakan pengikut akun. Hal ini menunjukkan bahwa jangkauan video didorong oleh algoritma, bukan semata-mata oleh basis pengikut yang sudah ada. Dari sisi demografi, mayoritas penonton adalah laki-laki dengan rentang usia 25 hingga 34 tahun, yang sesuai dengan target pasar utama 168Part, yaitu teknisi handphone profesional.
Keberhasilan konten tersebut turut ditunjukkan melalui data kueri pencarian yang muncul, seperti “harga ufi untuk pcb” dan “cara menggunakan ufi box”. Hal ini mengindikasikan bahwa konten tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga berhasil membangun minat beli audiens. Perbandingan data sebelum dan sesudah penerapan metode AIDA turut memperkuat temuan tersebut. Rata-rata jumlah tayangan tercatat mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat. Selain itu, jumlah suka meningkat hingga delapan kali lipat, sedangkan jumlah komentar meningkat signifikan dari rata-rata kurang dari satu menjadi 25 komentar per unggahan.
Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital
Dari perspektif yang lebih luas, keberhasilan strategi konten ini turut memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut terutama mendukung SDG 8 mengenai Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Optimalisasi konten edukasi produk melalui metode AIDA tidak hanya mendorong pertumbuhan penjualan 168Part sebagai pelaku usaha. Strategi tersebut juga memperkuat potensi ekonomi kreatif di sektor digital. Selain itu, strategi ini mendukung keberlangsungan usaha penyedia sparepart dan tools servis handphone sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Studi kasus pada akun TikTok @168Part menunjukkan bahwa metode AIDA dapat digunakan sebagai kerangka kerja yang relevan bagi pelaku usaha, khususnya pada sektor produk teknis. Metode ini membantu menyusun konten video yang informatif sekaligus mampu mendorong keterlibatan audiens secara organik. Konsistensi dalam produksi konten menjadi faktor penting agar strategi tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Selain itu, ketepatan pemilihan kata kunci teknis juga berperan dalam mendukung keberhasilan strategi tersebut.
[BACA JUGA: Bantu UMKM Potong Rambut Susun Laporan Keuangan Digital Berbasis Excel]
Penulis: Adistiara Aqilla Putri Haki
Pembimbing: Hanif Fadhlilah
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



