VOKASI NEWS – Aschabul Kahfi, mahasiswa Program Studi D-III Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UMKM Potong Rambut Sederhana milik Bapak Sadi. UMKM tersebut berlokasi di Dusun Jegu, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 30 September 2025. Pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap Senin sampai Sabtu pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Fokus utama kegiatan ini adalah membantu penyusunan laporan keuangan usaha menggunakan aplikasi Microsoft Excel.
UMKM yang berdiri sejak tahun 2016 ini telah berkembang cukup pesat dan dikenal luas di Desa Kramat Jegu maupun desa-desa sekitarnya. Sayangnya, di balik perkembangan tersebut, pemilik usaha selama ini belum melakukan pencatatan transaksi secara menyeluruh. Pencatatan yang belum dilakukan meliputi pemasukan, pengeluaran, maupun pengambilan uang pribadi atau prive. Menurut Kurniawan (2018), rendahnya literasi keuangan dan akuntansi menjadi salah satu faktor utama terhambatnya pengelolaan keuangan yang baik pada pelaku UMKM. Kondisi serupa juga ditemukan di Potong Rambut Sederhana, sehingga pemilik kesulitan mengukur keuntungan usaha secara akurat.
Pendampingan Melalui Wawancara hingga Dokumentasi
Kegiatan PKL dilakukan melalui beberapa metode, yaitu partisipasi langsung dalam aktivitas usaha dan observasi kegiatan operasional. Selain itu, dilakukan wawancara dengan pemilik untuk menggali data penjualan dan pembelian serta dokumentasi setiap transaksi harian. Pada minggu pertama, kegiatan difokuskan pada pengenalan profil usaha dan sistem operasional yang berjalan.
Selanjutnya, pencatatan pemasukan dan prive dilakukan secara rutin setiap hari. Kegiatan tersebut juga mencakup pencatatan berbagai kebutuhan operasional, seperti pembayaran iuran kebersihan, tagihan listrik dan air, serta servis alat cukur.
Tantangan yang ditemukan selama pendampingan antara lain pencampuran keuangan pribadi dengan keuangan usaha serta minimnya pemanfaatan media pencatatan seperti buku kas atau format pembukuan sederhana. Untuk mengatasi hal tersebut, disusunlah template pembukuan sederhana yang memuat kolom pendapatan, pengeluaran, penarikan pribadi, dan saldo akhir.
Hasil Akhir: Laba Bersih dan Laporan Keuangan yang Lebih Rapi
Setelah satu bulan pendampingan, berhasil disusun laporan keuangan lengkap sesuai SAK EMKM. Laporan tersebut meliputi neraca saldo awal, laporan kas masuk dan kas keluar, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, hingga laporan posisi keuangan per 30 September 2025. Total pendapatan jasa yang tercatat selama periode tersebut mencapai Rp7.392.000, sedangkan total pengeluaran operasional sebesar Rp1.375.000.
Setelah diperhitungkan beban penyusutan aset tetap berupa peralatan, bangunan, dan kursi tunggu, UMKM Potong Rambut Sederhana berhasil membukukan laba bersih pada bulan September 2025. Nilai laba bersih yang diperoleh mencapai Rp5.876.259.
Modal pemilik turut mengalami peningkatan dari Rp10.000.000 menjadi Rp12.276.259 setelah dikurangi prive sebesar Rp3.600.000 selama sebulan. Menurut Hastuti (2025), laporan keuangan menjadi komponen penting dalam pencatatan keuangan UMKM, sekaligus dasar evaluasi bagi pemilik usaha untuk merencanakan pengembangan bisnis ke depan. Dengan tersedianya laporan keuangan yang tersusun rapi, Bapak Sadi kini memiliki gambaran jelas mengenai kondisi keuangan usahanya.
Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa memperoleh kesempatan menerapkan ilmu akuntansi secara langsung di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga membantu pelaku UMKM memahami pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Ke depan, pemilik usaha disarankan untuk terus melanjutkan kebiasaan pencatatan transaksi secara konsisten. Dengan demikian, data keuangan akan selalu mutakhir dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat.
[BACA JUGA: Kontribusi Magang Graphic Designer di Tempo Media terhadap Pencapaian SDGs]
Penulis: Aschabul Kahfi
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



