VOKASI NEWS – Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dasar penting dalam menegakkan diagnosis, menentukan terapi, serta memantau kondisi pasien. Salah satu parameter yang sering diperiksa adalah trombosit. Namun, interpretasi hasil pemeriksaan tidak hanya bergantung pada angka yang diperoleh, tetapi juga pada reference interval sebagai nilai acuan.
Reference interval merupakan rentang nilai dari populasi sehat yang dapat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, karakteristik populasi, dan metode pemeriksaan. Oleh karena itu, reference interval tidak dapat diterapkan secara universal. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian reference interval trombosit yang selama ini digunakan dengan karakteristik masyarakat Indonesia.
Data Medical Check-Up Menjadi Sumber Informasi
Menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menganalisis 24.429 data pemeriksaan trombosit peserta medical check-up usia 18–59 tahun di Laboratorium RS PHC Surabaya periode 2022–2025 menggunakan metode indirek.
Metode tersebut memanfaatkan data yang tersedia dalam sistem informasi laboratorium sehingga proses analisis menjadi lebih efisien dibandingkan pengumpulan sampel sehat secara langsung. Selain itu, pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan data pemeriksaan dalam jumlah besar untuk memperoleh gambaran populasi yang lebih luas.
Proses analisis dilakukan berdasarkan pedoman CLSI EP28-A3c dengan penyaringan data ekstrem (outlier) menggunakan metode Tukey. Selain metode indirek, penelitian juga membandingkan metode modifikasi indirek melalui penyaringan berdasarkan indeks massa tubuh, tekanan darah, dan riwayat penyakit. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran populasi yang lebih mendekati kondisi sehat.
Hasil Menunjukkan Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna jumlah trombosit antara laki-laki dan perempuan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan satu reference interval untuk seluruh populasi dewasa berpotensi menghasilkan interpretasi yang kurang tepat. Oleh karena itu, reference interval trombosit perlu dipisahkan berdasarkan jenis kelamin agar dapat mencerminkan kondisi fisiologis setiap kelompok secara lebih akurat.
Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa reference interval yang selama ini digunakan di laboratorium belum tentu sepenuhnya sesuai dengan karakteristik populasi lokal. Perbedaan faktor biologis, demografi, dan karakteristik masyarakat dapat memengaruhi batas reference interval.
Dengan demikian, penentuan reference interval berbasis data medical check-up lokal berpotensi menghasilkan acuan yang lebih representatif. Hal tersebut juga dapat meningkatkan ketepatan interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium.
Mendorong Pelayanan Laboratorium yang Lebih Tepat
Keberadaan reference interval trombosit berbasis data lokal diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan laboratorium klinik. Acuan yang sesuai dengan karakteristik populasi dapat membantu tenaga kesehatan mengurangi risiko kesalahan interpretasi hasil pemeriksaan. Selain itu, penggunaan reference interval yang tepat mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih akurat.
Pengembangan reference interval lokal juga dapat diterapkan pada berbagai parameter hematologi maupun kimia klinik lainnya. Semakin banyak laboratorium di Indonesia yang memiliki reference interval sesuai karakteristik populasi setempat, semakin meningkat pula kualitas pelayanan kesehatan berbasis laboratorium bagi masyarakat.
Penulis: Puspa Maulidya Hamidah Wandini
Pembimbing: Ferdy Royland Marpaung & Belgis
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



