VOKASI NEWS – Kebakaran dapat mengancam keselamatan pekerja, aset perusahaan, dan lingkungan. Risiko ini semakin tinggi pada perusahaan pengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), karena limbah yang mudah terbakar dan reaktif berpotensi memicu kebakaran jika tidak dikelola dengan baik.
Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi tersebut adalah Fire Risk Assessment (FRA). Metode ini membantu perusahaan mengenali sumber bahaya, menilai tingkat risiko kebakaran, serta menyusun rekomendasi pengendalian yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan demikian, perusahaan dapat menentukan prioritas perbaikan sebelum insiden terjadi.
Memetakan Risiko pada Setiap Aktivitas Kerja
Melalui tugas akhir, mahasiswa D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja VOKASI UNAIR menyusun penilaian risiko kebakaran di Operation Area 1 PT X. Kajian tersebut menghasilkan dokumen yang memetakan potensi bahaya kebakaran pada setiap aktivitas operasional beserta rekomendasi pengendaliannya. Dokumen tersebut menjadi acuan untuk menentukan prioritas pengendalian. Dokumen ini juga digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian sistem proteksi kebakaran aktif dan sarana evakuasi sesuai tingkat risiko di setiap area kerja.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas operasional memiliki tingkat risiko kebakaran yang tinggi sebelum diterapkan pengendalian tambahan. Setelah rekomendasi pengendalian diterapkan, mayoritas tingkat risiko berhasil diturunkan menjadi kategori sedang. Meski demikian, masih terdapat satu aktivitas operasional yang tetap berada pada kategori risiko tinggi sehingga memerlukan penguatan pengendalian teknis maupun administratif.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa setiap aktivitas kerja memiliki karakteristik bahaya yang berbeda sehingga strategi pengendaliannya juga perlu disesuaikan dengan tingkat risiko masing-masing.
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran
Selain melakukan penilaian risiko, penelitian ini juga mengevaluasi sistem proteksi kebakaran di area kerja. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem alarm kebakaran telah memenuhi persyaratan yang berlaku. Namun, beberapa sarana proteksi lain, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hidran, dan jalur evakuasi, masih memerlukan penyempurnaan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas sistem proteksi kebakaran tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas. Kesesuaian fasilitas dengan tingkat risiko kebakaran juga menjadi faktor penting untuk memastikan perlindungan yang optimal di setiap area kerja.
Langkah Awal Mencegah Kebakaran
Penyusunan Fire Risk Assessment memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai area kerja yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya pencegahan kebakaran. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai dasar dalam menentukan prioritas pengendalian, menyempurnakan sistem proteksi kebakaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Melalui pengendalian yang sesuai dengan tingkat risiko, perusahaan diharapkan mampu meminimalkan potensi kebakaran. Langkah ini juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
[BACA JUGA: Riset Mahasiswa UNAIR Buktikan Kombinasi Terapi Tradisional Tiongkok Redakan Nyeri Bahu Mahasiswa]
Penulis: Adiva Nur Rahmayanti
Pembimbing: Neffrety Nilamsari
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



