VOKASI NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk PINTAR-TB (Penguatan Kapasitas Kader melalui Integrasi Terapi Herbal Adjuvan dan Literasi Radiologi dalam Mendukung Penanggulangan Tuberkulosis). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 9–10 Oktober 2026 melalui kolaborasi dengan Puskesmas Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.
Program PINTAR-TB bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai tuberkulosis (TBC). Program ini juga memberikan pemahaman mengenai peran pemeriksaan radiologi dalam deteksi dan penanganan TBC. Selain itu, kader kesehatan diperkenalkan pada pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi pendamping.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus TBC di Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, tercatat 3.057 kasus TBC pada 2025, meningkat dibandingkan 2.940 kasus pada 2024. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi kesehatan masyarakat melalui keterlibatan kader sebagai penghubung antara fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat.
Integrasi Keilmuan dalam Pemberdayaan Kader Kesehatan
Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Tegalsari, Nunuk Sulistyawati, S.ST.Keb., bersama Ketua Pelaksana Pengmas, Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah, S.Tr.Kes., M.T. Melalui pendekatan multidisiplin, tim dosen Fakultas Vokasi UNAIR menghadirkan materi edukasi TBC oleh Aisyah Widayani, S.T., M.T., literasi pemeriksaan radiografi toraks oleh Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah, serta pemanfaatan herbal adjuvan oleh Dr. Iif Hanifah Nurrosyidah, S.Farm., Apt., M.Farm.
Materi radiologi difokuskan pada peningkatan pemahaman kader mengenai peran pemeriksaan foto rontgen dada dalam mendukung evaluasi pasien yang dicurigai mengalami TBC. Kader juga diberikan pemahaman bahwa pemeriksaan radiologi merupakan bagian dari proses diagnostik yang harus diinterpretasikan bersama pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya.
Selain sesi edukasi, kegiatan dilengkapi dengan demonstrasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang tersedia di lingkungan Puskesmas Tegalsari. Demonstrasi ini bertujuan memperkenalkan potensi tanaman herbal sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan, tanpa menggantikan pengobatan antituberkulosis yang menjadi terapi utama pasien TBC.
Pelaksanaan demonstrasi turut didukung oleh Ayub Manggala Putra, S.Tr.Kes., M.Sc., dosen Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan. Kegiatan ini juga didukung oleh Rizky Amalia Sinulingga, S.Ak., M.A.B., dosen Departemen Bisnis Fakultas Vokasi UNAIR.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa lintas program studi, yaitu Rayhan dan Bagus dari Teknologi Radiologi Pencitraan serta Rizki dari Pengobat Tradisional (Battra). Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran vokasional yang mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan praktik pemberdayaan masyarakat.
Buku Saku PINTAR-TB sebagai Media Edukasi Berkelanjutan
Sebagai salah satu luaran kegiatan, tim Pengmas Fakultas Vokasi UNAIR mengembangkan buku saku PINTAR-TB yang diserahkan secara simbolis kepada Puskesmas Tegalsari bersama produk herbal. Buku saku tersebut dirancang sebagai media edukasi praktis bagi kader kesehatan, mencakup informasi dasar mengenai TBC, pemeriksaan radiologi, serta pemanfaatan herbal sebagai terapi pendamping. Melalui media ini, kader diharapkan dapat menyampaikan informasi kesehatan yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
BACA JUGA: Edukasi Skabies di Pesantren, Mahasiswa Keperawatan VOKASI UNAIR Perkuat Kesadaran Santri
Antusiasme peserta terlihat selama sesi penyampaian materi, diskusi, dan demonstrasi. Salah satu kader kesehatan dari Desa Tegalsari, Ani Sulistyo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan, khususnya mengenai pemeriksaan foto rontgen dada dan pemanfaatan buku saku sebagai sarana edukasi. Untuk mengevaluasi kegiatan, tim pelaksana juga menyelenggarakan pre-test dan post-test guna mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti rangkaian edukasi.
Kontribusi Fakultas Vokasi UNAIR terhadap SDGs
Pelaksanaan PINTAR-TB merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini mengintegrasikan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap pengendalian tuberkulosis. Program ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi kesehatan kader. Selain itu, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) diwujudkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui program PINTAR-TB, Fakultas Vokasi UNAIR terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan vokasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Puskesmas Tegalsari diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan edukasi kesehatan sekaligus mendukung upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Banyuwangi.
***
Penulis: Ayub Manggala Putra, S.Tr.Kes., M.Sc.
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



