VOKASI NEWS – Mahasiswa Tim KMB(P) Kelompok 1 Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan penyuluhan kesehatan keperawatan perioperatif bagi ibu hamil dan lansia di Posyandu Cerme, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini digagas untuk menjawab minimnya pemahaman masyarakat mengenai persiapan serta perawatan praoperasi, yang selama ini kerap memicu kecemasan dan anggapan keliru di tengah warga.
Kecemasan Praoperasi pada Kelompok Rentan
Prosedur pembedahan atau operasi medis sering kali menghadirkan rasa cemas mendalam bagi setiap calon pasien. Bagi kelompok masyarakat yang rentan seperti ibu hamil dan lansia, tekanan emosional tersebut berpotensi mengganggu kestabilan kondisi fisik praoperasi. Di lingkungan Posyandu Cerme, tingkat pemahaman masyarakat mengenai persiapan serta perawatan perioperatif pada mulanya tergolong minim. Kurangnya akses terhadap edukasi medis yang mudah dipahami menyebabkan timbulnya berbagai anggapan keliru mengenai tindakan pembedahan di rumah sakit. Oleh sebab itu, penyuluhan kesehatan keperawatan perioperatif menjadi langkah mendesak yang perlu dihadirkan langsung di tengah permukiman warga.
Tiga Fase Perioperatif yang Perlu Dipahami
Kegiatan edukasi kesehatan ini dirancang khusus untuk menjangkau ibu hamil yang menghadapi potensi persalinan bedah sesar serta kelompok lansia dengan rencana operasi. Rangkaian tindakan perioperatif pada dasarnya mencakup tiga fase utama, yaitu persiapan praoperasi, pendampingan intraoperasi, hingga perawatan pascaoperasi. Pemahaman yang utuh mengenai setiap tahapan tersebut sangat krusial agar calon pasien mampu mengelola rasa takut secara mandiri. Penyampaian informasi medis yang runtut dan berempati terbukti mampu mengubah sudut pandang masyarakat dari penuh kekhawatiran menjadi lebih siap. Kehadiran program penyuluhan di tingkat posyandu pun memperdekat akses pengetahuan medis kritis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Edukasi Interaktif Sesuai Kebutuhan Peserta
Strategi penyampaian materi edukasi dilakukan secara interaktif dengan menyesuaikan kondisi psikologis serta kebutuhan fisik para peserta. Bagi para ibu hamil, penekanan edukasi diberikan pada pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang, latihan teknik pernapasan, serta pengenalan prosedur pembiusan praoperasi. Sementara bagi warga lansia, fokus arahan diberikan pada langkah pencegahan infeksi luka, latihan mobilisasi fisik secara bertahap, serta pencegahan risiko jatuh. Penggunaan media visual serta alat peraga sederhana sangat membantu mempermudah penyerapan konsep medis yang terkesan rumit bagi warga desa. Praktik langsung teknik relaksasi napas dalam juga diajarkan untuk membantu meredakan ketegangan otot sebelum hari tindakan pembedahan tiba.
Antusiasme Peserta Selama Sesi Penyuluhan
Suasana penyuluhan berlangsung sangat hidup karena para ibu hamil dan lansia berpartisipasi aktif dengan melontarkan berbagai pertanyaan mendalam. Rasa penasaran warga terungkap melalui pertanyaan seputar pantangan makanan, durasi pemulihan luka, hingga penanganan rasa nyeri pascaoperasi. Setiap pertanyaan dijawab secara gamblang dan mudah dipahami, sehingga tingkat pemahaman para calon pasien meningkat secara signifikan sepanjang sesi. Ibu hamil dan lansia yang tadinya merasa bingung serta ragu kini menjadi semakin paham mengenai prosedur medis yang akan dijalani. Perubahan antusiasme dari pasif menjadi aktif bertanya menandakan bahwa kesadaran kesehatan masyarakat desa mulai tumbuh dengan pesat.
Apresiasi dari Kader Posyandu
Kader Kesehatan Posyandu Cerme, Ibu Astutik, mengapresiasi tinggi perubahan sikap warga yang menjadi lebih percaya diri dan memahami alur perawatan. “Pengetahuan medis yang didapatkan secara tepat terbukti efektif mengikis berbagai rumor negatif serta rasa panik di kalangan calon pasien,” ungkapnya. Selain para pasien, anggota keluarga yang mendampingi juga aktif berkonsultasi mengenai tata cara merawat kebersihan luka bedah di rumah. Sinergi yang erat antara tenaga kesehatan, calon pasien, dan keluarga menciptakan lingkungan pendukung yang sangat kondusif bagi proses penyembuhan. Edukasi keperawatan yang terarah mampu memastikan seluruh persiapan sebelum dan sesudah operasi dapat dijalankan secara mandiri.
Keberhasilan program edukasi di Posyandu Cerme membuktikan bahwa pendekatan promotif keperawatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Peningkatan literasi kesehatan mengenai tahap perioperatif secara nyata mampu mendorong kepatuhan pasien terhadap seluruh instruksi medis tim dokter. Ke depan, model penyuluhan keperawatan berbasis posyandu ini perlu terus dikembangkan secara konsisten di berbagai wilayah Kabupaten Gresik. Penyebaran informasi medis yang akurat dan mudah diakses akan membangun masyarakat yang cerdas, tangguh, serta siap menghadapi tindakan medis. Langkah nyata ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan berkeadilan.
[BACA JUGA: Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR Tingkatkan Kesadaran Santri Daruttaqwa 3 tentang Pencegahan Skabies]
Penulis: Putri Fatika Sari, Siti Muzdalifah, Wulan Agustian, Syalwa Azizah, Dhiva Stavelani, Muhammad Ade Nadhifun N., Naysilla Chika Maulida Hadi, Shafiyyah Nitisara
Pembimbing: Dr. Cucuk Rahmadi Purwanto, S.Kp., M.Kes.
Editor: Nadya Tika (Tim Branding Vokasi)


