Mengenal Perbedaan Hematology Analyzer melalui Pengalaman Magang Mahasiswa TLM VOKASI UNAIR

VOKASI NEWS – Teknologi otomatisasi membantu laboratorium klinik melakukan pemeriksaan darah dengan lebih efisien. Salah satu perangkat yang berperan dalam pemeriksaan tersebut adalah hematology analyzer, alat yang digunakan untuk menganalisis komponen darah, seperti eritrosit, leukosit, trombosit, dan hemoglobin. Hasil pemeriksaan ini menjadi bagian dari informasi penunjang yang digunakan tenaga kesehatan dalam menilai kondisi pasien.

Melalui pengalaman magang di sejumlah laboratorium, mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medik (TLM) VOKASI UNAIR berkesempatan mengenal tiga jenis alat, yaitu Mindray BC-760, Sysmex XN-550, dan Sysmex XN-330. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai perbedaan prinsip pemeriksaan, kapasitas, serta fitur alat yang digunakan dalam pelayanan laboratorium klinik.

Dian Ratna Puspita mengenal Mindray BC-760 saat magang di Laboratorium RS Ibnu Sina Gresik. Hilda Isnaeni dan Marimbi Rinta Dira mempelajari penggunaan Sysmex XN-550 di Laboratorium RS Universitas Airlangga dan Laboratorium Klinik Budi Sehat Surabaya. Sementara itu, Jihan Aqilla Alyawati mengenal Sysmex XN-330 selama magang di Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya.

Mengenal Perbedaan Metode Pemeriksaan

Setiap hematology analyzer memiliki prinsip pemeriksaan yang disesuaikan dengan teknologi yang digunakan. Mindray BC-760 memanfaatkan teknologi SF Cube untuk analisis sel darah putih, DC impedance untuk menghitung eritrosit dan trombosit, serta metode kolorimetri untuk mengukur hemoglobin. Alat ini juga mendukung pemeriksaan laju endap darah (LED) sesuai konfigurasi yang tersedia.

Sementara itu, Sysmex XN-550 dan XN-330 menggunakan teknologi fluorescence flow cytometry untuk menganalisis populasi sel darah putih. Keduanya juga menggunakan metode DC impedance dengan hydrodynamic focusing untuk penghitungan sel darah serta metode SLS bebas sianida untuk pengukuran hemoglobin.

Kedua perangkat Sysmex tersebut mendukung pemeriksaan diferensial leukosit enam bagian, termasuk immature granulocytes (IG). Perbedaan teknologi dan metode ini menjadi salah satu aspek yang dipelajari mahasiswa untuk memahami karakteristik setiap alat serta penerapannya dalam pemeriksaan hematologi.

Kapasitas dan Fitur Sesuai Kebutuhan Laboratorium

Kapasitas pemeriksaan menjadi salah satu aspek yang membedakan ketiga alat. Berdasarkan spesifikasi produsen yang dicantumkan dalam materi, Mindray BC-760 memiliki kapasitas hingga 80 sampel per jam untuk pemeriksaan darah lengkap atau complete blood count (CBC). Sysmex XN-550 mampu memproses hingga 70 sampel per jam, sedangkan Sysmex XN-330 mencapai 60 sampel per jam.

Angka tersebut merupakan kapasitas maksimal berdasarkan spesifikasi alat, bukan jaminan kecepatan pemeriksaan aktual di setiap laboratorium. Kondisi sampel, alur kerja, pemeliharaan, dan prosedur pengendalian mutu dapat memengaruhi proses pemeriksaan.

Dari segi fitur, Mindray BC-760 mendukung pemeriksaan CBC dan LED. Sysmex XN-550 dilengkapi sistem pengambilan sampel otomatis, sedangkan Sysmex XN-330 menggunakan sistem open tube, yaitu pemasukan sampel melalui tabung terbuka sesuai prosedur alat. XN-330 juga membutuhkan sekitar 25 µL darah utuh untuk pemeriksaan.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa pemilihan alat tidak hanya berkaitan dengan kapasitas pemeriksaan, tetapi juga fitur, kebutuhan layanan, dan alur kerja laboratorium.

Ketelitian Pemeriksaan Tetap Bergantung pada Prosedur

Meskipun proses analisis dilakukan secara otomatis, penggunaan hematology analyzer tetap membutuhkan perhatian terhadap kualitas sampel, ketersediaan reagen, pemeliharaan alat, dan pengendalian mutu. Hasil yang menunjukkan tanda peringatan atau flag perlu dievaluasi sesuai prosedur laboratorium sebelum dilaporkan.

BACA JUGA: Inovasi Herbal Mahasiswa Vokasi Airlangga Dorong Kesadaran Pelestarian Tanaman Obat Nusantara

Identifikasi pasien dan sampel, penanganan spesimen, serta evaluasi hasil merupakan bagian penting dalam menjaga mutu pemeriksaan. Karena itu, teknologi otomatis tidak menggantikan peran tenaga laboratorium dalam memastikan hasil yang diperoleh layak untuk dilaporkan.

Pemahaman mengenai tahapan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengenali tanggung jawab tenaga laboratorium medik dalam setiap proses pemeriksaan, mulai dari tahap pra-analitik hingga pasca-analitik.

Pengalaman Magang Jadi Bekal Kompetensi Mahasiswa

Pengalaman mengenal berbagai jenis hematology analyzer memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan penerapan teknologi di laboratorium klinik. Mahasiswa tidak hanya mempelajari perbedaan prinsip pemeriksaan, tetapi juga memahami pentingnya mengikuti prosedur operasional dan menjaga kualitas sampel.

Hilda Isnaeni, mahasiswa TLM, menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai penggunaan alat pemeriksaan hematologi.

“Dari pengalaman mengenal beberapa jenis hematology analyzer, saya memahami bahwa setiap alat memiliki metode dan karakteristik berbeda. Perbedaan tersebut terlihat dalam pemeriksaan darah lengkap. Namun, tahap pra-analitik tetap penting, apa pun alat yang digunakan. Tahapan ini meliputi pengambilan, penanganan, dan persiapan sampel hingga memasukkannya ke alat. Seluruh proses tersebut perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Melalui pengalaman magang, mahasiswa diharapkan semakin memahami penerapan teknologi hematologi sekaligus mengembangkan ketelitian dan keterampilan profesional. Bekal tersebut penting untuk mempersiapkan calon tenaga laboratorium medik menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

***

Editor: Inviana (Tim Branding Vokasi)

Bagikan Berita

● HUMAS & MEDIA

Kontak Media

Untuk konfirmasi berita, wawancara, dan kebutuhan liputan, hubungi tim Humas.

Permohonan Publikasi

Ajukan publikasi kegiatan, prestasi, atau informasi Fakultas Vokasi melalui tautan berikut.